Pengguna layanan digital di tanah air mendadak dihebohkan dengan kejadian Gopay dan Gojek masih gangguan error yang melumpuhkan berbagai transaksi pembayaran penting pada Selasa, 28 Juli 2026. Kendala teknis ini terjadi sejak siang hari dan memicu kepanikan massal di kalangan masyarakat luas yang sangat bergantung pada ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Gangguan sistem digital ini tidak hanya memutus akses dompet virtual secara total, tetapi juga menghambat pembayaran layanan transportasi online serta pesanan makanan harian.
Situasi darurat tersebut berdampak langsung pada kelancaran aktivitas finansial harian jutaan pengguna setia di berbagai wilayah perkotaan maupun daerah.
Keluhan Pengguna di Medsos
Berdasarkan pantauan langsung pada platform media sosial X, gelombang protes keras membanjiri ruang digital akibat ketidakpastian operasional aplikasi. Sejumlah warganet meluapkan kekesalan mendalam lantaran saldo tertahan hingga gagal membayar berbagai kebutuhan mendesak yang berpacu dengan waktu.
Berikut adalah daftar keluhan utama yang disuarakan secara terbuka oleh para warganet terdampak di dunia maya:
- Transfer dana untuk pembayaran biaya kuliah tidak kunjung masuk ke rekening tujuan dan memicu kepanikan luar biasa bagi keluarga.
- Proses pembelian makanan mendadak terhenti karena sistem mengalami gangguan teknis parah tanpa adanya pemberitahuan awal dari penyedia aplikasi.
- Saldo pengguna tertahan di dalam aplikasi sehingga tidak bisa dipakai untuk melakukan transaksi pembayaran penting sama sekali sepanjang hari.
- Layanan error yang sudah berlangsung hampir empat jam membuat publik merasa geram karena minimnya informasi transparan terkait pemulihan.
Respons Resmi Manajemen PT GOTO
Menanggapi keresahan publik yang semakin meluas tersebut, pihak manajemen perusahaan akhirnya memberikan keterangan resmi terkait kendala yang terjadi hari ini. Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey Petriny, menyatakan bahwa tim internal sedang berupaya keras melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.
Pihak perusahaan memastikan bahwa penanganan teknis dilakukan secara cepat dan intensif agar seluruh fitur dapat kembali normal secepatnya. Pengguna diimbau untuk tetap tenang serta mencoba melakukan transaksi secara berkala setelah sistem dipastikan pulih kembali.
“Tim internal kami sedang melakukan penanganan secara intensif untuk pemulihkan layanan secepat mungkin,” kata Audrey kepada Bisnis pada Selasa (28/7/).
Upaya Pemulihan Sistem Layanan
Kendala teknis berskala besar seperti ini menggarisbawahi betapa pentingnya keandalan infrastruktur teknologi bagi perputaran ekonomi digital nasional saat ini. Setiap detik keterlambatan sistem memberikan pengaruh negatif terhadap tingkat kepercayaan konsumen serta kelancaran bisnis para mitra pengemudi dan merchant UMKM.
Kesigapan manajemen dalam menyelesaikan gangguan teknis ini menjadi kunci utama untuk meredam kepanikan publik serta mengembalikan stabilitas transaksi digital secara keseluruhan di tanah air.