Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.1 mengguncang kawasan dekat Kumamoto di wilayah selatan Jepang pada hari Selasa, memicu peringatan tsunami serta getaran yang dirasakan hingga ke wilayah selatan Korea. Peristiwa alam yang mengejutkan ini bermula ketika guncangan kuat terjadi pada pukul 4.27 sore waktu setempat dengan titik pusat berada sekitar 23 kilometer atau setara 14 mil di sebelah selatan Kota Kumamoto di Pulau Kyushu.
Badan Meteorologi Jepang langsung mengambil tindakan cepat dengan mengeluarkan peringatan potensi tsunami bagi masyarakat sekitar.
Otoritas setempat meminta warga untuk tetap waspada terhadap ancaman gelombang air laut setinggi hingga 1 meter yang diperkirakan dapat mencapai pesisir pantai akibat guncangan tersebut.
Getaran Kuat Hingga Korea
Dampak dari aktivitas tektonik tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga di Pulau Kyushu saja, melainkan menjangkau negara tetangga. Berdasarkan laporan dari Administrasi Meteorologi Korea, getaran gempa tercatat mencapai intensitas maksimum III pada skala Mercalli di berbagai kawasan seperti Busan, Gwangju, Jeju, serta wilayah Gyeongsang Selatan dan Jeolla Selatan.
Sementara itu, wilayah lain seperti Daegu, Ulsan, Gyeonggi, dan Gangwon merasakan intensitas skala II yang umumnya hanya dapat dirasakan oleh sebagian orang di dalam ruangan bertingkat atau dalam kondisi hening. Skala intensitas III sendiri menunjukkan bahwa getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan dan mampu membuat kendaraan yang terparkir sedikit bergeser.
Kepanikan Warga di Lapangan
Reaksi spontan langsung ditunjukkan oleh para penduduk yang merasakan guncangan keras di daerah terdampak. Kantor pemadam kebakaran di Busan tercatat menerima sebanyak 157 panggilan darurat dari warga yang melaporkan guncangan tersebut.
Situasi tegang tergambar jelas dari kesaksian para saksi mata di lokasi kejadian. Seorang warga di dekat Distrik Haeundae mengungkapkan kepada kantor berita Yonhap, “The shaking was so severe that everyone inside the building fled outside,” mengenai kepanikan yang membuat orang-orang berlarian keluar bangunan.
Kondisi serupa turut dirasakan oleh penduduk lainnya yang berada di kawasan pesisir. Saksi mata lain di Distrik Yeongdo menyampaikan kesaksian serupa dengan mengatakan, “I felt the building sway side to side for about 10 seconds,” saat merasakan bangunan tempat tinggal mereka berayun akibat gelombang seismik.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan struktur demi keamanan bersama.