Terkini24.id – Ratusan warga Medan berhamburan keluar rumah usai guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang berpusat di Gayo Lues, Aceh, merambat hingga wilayah Sumatera Utara pada Rabu (22/7/2026) pukul 11.20 WIB.
Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena getaran terasa cukup nyata di kawasan perkotaan dan membuat aktivitas warga terhenti seketika. Wilayah Sumatera bagian utara memang tergolong aktif secara seismik akibat keberadaan patahan darat dan zona subduksi di Samudra Hindia.
Guncangan yang berlangsung selama beberapa detik tersebut memicu kepanikan singkat di pemukiman dan area perkantoran. Warga Medan yang merasakan getaran langsung mengamankan diri ke luar ruangan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat mereka berada.
Detail Parameter Gempa BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB dengan pusat kedalaman tertentu. Titik episentrum berada di darat, berjarak sekitar 41 kilometer arah timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Rambatan gelombang seismik tersebut memicu getaran di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, dengan skala intensitas II–III MMI. BMKG mengonfirmasi bahwa guncangan ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami di kawasan pesisir.
Rincian informasi awal peristiwa gempa bumi:
- Magnitudo: 5,6
- Waktu Kejadian: Rabu, 22 Juli 2026 pukul 11.18 WIB
- Pusat Gempa: 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh
- Skala Intensitas di Medan: II–III MMI
- Potensi Tsunami: Tidak berpotensi tsunami
Imbauan Keselamatan dan Dampak
Otoritas terkait memastikan belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan fisik bangunan maupun korban jiwa di wilayah terdampak. Namun, proses pemantauan lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang belum terdata.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari bangunan rapuh guna mengantisipasi risiko dari potensi gempa susulan.
“Berdasarkan informasi awal, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menghindari bangunan yang berpotensi rapuh hingga kondisi dinyatakan aman,” tulis pernyataan BMKG.
Pemerintah daerah dan petugas BPBD kini terus menyiagakan personel untuk memantau situasi pascagempa di berbagai titik Kota Medan dan sekitarnya. Langkah penanganan darurat akan segera diambil jika ditemukan kerusakan infrastruktur atau kebutuhan evakuasi warga dalam beberapa jam ke depan.