Terkini24.id – Penyerang andalan Persebaya Surabaya, Alex Martins, dipastikan absen dalam laga semifinal Piala Presiden 2026 akibat mengalami cedera dislokasi bahu. Cedera tersebut didapat sang pemain saat memperkuat Bajul Ijo menghadapi klub asal Thailand, Port FC, di Stadion Gelora Bung Tomo. Kehilangan pemain bertubuh gempal ini tentu menjadi ujian tersendiri bagi skuad asuhan Bernardo Tavares yang harus melaju ke fase gugur.
Penanganan Medis Intensif
Insiden cedera tersebut terjadi pada penghujung pertandingan, tepatnya menit ke-90+1, ketika Alex salah mendarat usai berduel dengan pemain lawan. Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menjelaskan bahwa proses reposisi awal di lapangan terkendala oleh massa otot sang pemain. Tim medis langsung merujuk sang striker ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
“Setelah berkoordinasi dengan panitia Piala Presiden, kami kemudian merujuk Alex ke Mayapada Hospital. Di sana dilakukan tindakan reposisi bahu dengan pembiusan, dan prosedur tersebut berjalan dengan baik,” ujar dr. Tommy.
Fokus Proses Pemulihan
Saat ini, pemain asal Brasil tersebut tengah menjalani program rehabilitasi menyeluruh yang melibatkan tim dokter multidisiplin. Pemeriksaan lanjutan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) juga telah dilakukan guna memastikan kondisi jaringan sendi bahunya. Meski pemulihannya menunjukkan progres positif, tim pelatih memilih tidak mengambil risiko untuk memainkannya di babak semifinal.
- Pemulihan melibatkan dokter spesialis ortopedi dan rehabilitasi medik.
- Posisi bahu dipastikan sudah kembali normal.
- Fokus utama adalah pengembalian kondisi fisik secara optimal.
Respon Pelatih Tavares
Pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, merespons absennya sang penyerang dengan mengedepankan kekuatan kolektif tim. Juru taktik asal Portugal itu menegaskan bahwa Bajul Ijo tidak boleh bergantung pada satu individu saja dalam mengarungi turnamen. Keberhasilan melaju ke semifinal sebagai juara Grup B merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim di lapangan.
“Alex memang pemain penting bagi kami, tetapi kami tidak bisa bergantung pada satu pemain saja. Kami memiliki skuad yang lebih dari sebelas pemain. Ketika ada pemain yang cedera atau belum berada dalam performa terbaik, pemain lain harus siap mengambil kesempatan. Sejak awal kami membangun tim ini sebagai sebuah kolektif, bukan bergantung pada individu,” tandasnya.