Ulasan Film “Harusnya Horror” Soroti Tantangan Adaptasi Gagasan Kreator Digital

Ulasan film "Harusnya Horror" mengupas perpaduan kultur anime dan komedi kreator konten digital di layar bioskop komersial.

JAKARTA — Penayangan film “Harusnya Horror” di jaringan bioskop tanah air memperlihatkan dinamika adaptasi karya sineas pemula yang berangkat dari ekosistem kreator digital. Layar bioskop komersial menyuguhkan sajian komedi fantasi berdurasi 106 menit hasil arahan sutradara Reza Oktovian di bawah naungan rumah produksi Ess Jay Studios.

Karya layar lebar ini memadukan unsur misteri arwah penasaran, kultur pop Jepang, serta lika-liku industri pembuatan video internet. Penonton disajikan tontonan hiburan yang mencoba keluar dari pakem cerita mistis lokal pada umumnya.

Eksplorasi Premis Fantasi Dunia Akhirat

Konstruksi cerita berpusat pada kehidupan Mas, seorang karyawan kantor sekaligus pencinta serial animasi yang meninggal mendadak akibat tersedak kopi saat lembur. Kematian konyol tersebut menyisakan beban penyesalan mendalam lantaran ia belum sempat menonton episode penutup dari anime kesayangannya.

Kondisi arwah Mas tidak langsung mendapatkan kedamaian abadi di alam baka. Ia memperoleh mandat khusus untuk kembali ke alam manusia guna menakut-nakuti sejumlah target demi menuntaskan rasa penasarannya.

Misi gaib Mas bersinggungan langsung dengan kelompok kreator video pemula yang tengah terlilit krisis finansial. Para pembuat konten tersebut memanfaatkan penampakan sang arwah sebagai objek pembuatan video horor demi meraup keuntungan finansial.

Sentuhan Estetika Budaya Populer Jepang

Kekuatan visual karya sinema ini bertumpu pada perancangan alam baka yang mengadopsi mekanisme aturan video gim serta animasi Jepang. Rancangan visual tersebut menyatu secara padu dengan latar belakang tokoh utama yang digambarkan fanatik terhadap anime.

Sosok Resepsionis Akhirat yang diperankan oleh aktor cilik Malka Rafasya mencuri perhatian lewat pembawaan formal dan dingin. Karakter unik ini mengingatkan penonton pada figur Near dalam serial Death Note lewat gestur bermain mainan di lantai saat membahas persoalan serius.

Penulis naskah Rahabi Mandra merancang aturan alam gaib bersama Reza Oktovian dengan memasukkan boneka penghitung skor gaib. Kolaborasi penulisan naskah ini lahir dari kesamaan minat kedua kreator yang sama-sama menggemari serial animasi One Piece.

Dinamika Pemeran Lintas Platform Digital

Jajaran pemain utama diisi oleh deretan kreator konten internet seperti Tierison yang memerankan tokoh Kevin, Garry Ang, Yukatheo, Teguh Prakoso (Tepe), Niko Junius, King Aloy, Bravy, hingga Ibot. Pendekatan akting yang dibawakan para pemeran menampilkan interaksi spontan khas tayangan video digital.

Kehadiran mendiang Lula Lahfah memberikan sentuhan emosional yang hangat di tengah dominasi banyolan ringan antarpemeran. Penampilannya menghadirkan keseimbangan rasa bagi penonton yang mengikuti rekam jejak kariernya di dunia hiburan daring.

Karya perdana ini menjadi pijakan awal bagi komunitas konten digital untuk terus mengeksplorasi bahasa sinema layar lebar. Pengalaman memproduksi film panjang memberi ruang belajar bagi sineas muda dalam menata ritme penceritaan yang lebih padat di masa mendatang.