UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN PPM untuk Mengabdi di Seluruh Wilayah Indonesia

UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN PPM 2026
UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN PPM 2026

YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada resmi melaksanakan pelepasan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini. Langkah UGM terjunkan 8.178 mahasiswa KKN dalam program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 menandai babak baru pengabdian. Upacara pelepasan berlangsung secara resmi di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat (19/6/2026).

Para peserta KKN-PPM didistribusikan ke 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di Indonesia. Selama di lapangan, mereka didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta Koordinator Wilayah (Korwil). Selain itu, program ini didukung oleh 199 mitra aktif dari sektor pemerintah, dunia usaha, hingga jejaring alumni.

Ruang Kontribusi dan Pesan Rektor UGM

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa program KKN merupakan ruang kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.

“Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Ova juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga kesehatan serta keselamatan selama berada di lokasi penempatan.

“Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Tema KKN-PPM dan Agenda Industrialisasi Desa

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, S.S., M.A., mengapresiasi konsistensi UGM dalam menjaga hubungan dengan masyarakat. Ia berharap mahasiswa KKN dapat memberikan inovasi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah.

“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah,” ungkap Faisol.

Di sisi lain, KKN-PPM tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM”. Program kerja diarahkan pada penanganan isu strategis seperti stunting, pariwisata, hingga digitalisasi masyarakat.

Implementasi Program Kerja di Wilayah Papua

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya empati sosial.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan otentik untuk belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun empati sosial, menghadirkan solusi bersama masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Semangat pengabdian ini juga diwujudkan oleh tim-tim mahasiswa yang diterjunkan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Papua. Salah satunya adalah Tim Raja Ampat Begisah yang bertugas di Kampung Samati dan Waim, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Program Unggulan dan Kemandirian Tim Lapangan

Koordinator unit Tim Raja Ampat Begisah, Rizki Abdillah, menjelaskan bahwa mereka mengusung sejumlah program pemberdayaan pesisir.

“Kami akan mendampingi komunitas nelayan melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengembangan pemasaran hasil perikanan, serta melanjutkan program pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti nugget ikan yang sebelumnya telah dirintis oleh tim KKN terdahulu,” papar Rizki.

Tim pesisir ini juga berfokus pada inovasi produk ekonomi kreatif serta pengujian kualitas air konsumsi warga.

“Kami ingin memastikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat karena sebagian sumber air masih terlihat keruh meskipun telah dimasak sebelum digunakan,” tambah Rizki.

Pengabdian ini tetap berjalan mandiri meski sempat menghadapi kendala pendanaan hibah kompetitif. Tim Raja Ampat Begisah berhasil memperoleh dukungan dari sejumlah mitra sehingga tetap dapat bertugas.

Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Partisipatif

Selain di Raja Ampat, terdapat pula Tim KKN Biak Elok yang bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Lokasi ini merupakan wilayah baru yang belum pernah ditempati oleh program KKN UGM sebelumnya.

Ketua Tim Biak Elok, Sarasvati Baktiantoro, menyampaikan bahwa timnya memprioritaskan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi nelayan pesisir.

“Kami akan fokus pada community empowerment melalui penguatan UMKM, pariwisata berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya.

Sarasvati menambahkan bahwa pengalaman mengabdi di Papua menjadi kesempatan otentik untuk mempraktikkan ilmu perkuliahan secara langsung.

“Kami ingin membawa ilmu yang telah kami peroleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, kami juga ingin belajar dari pengalaman hidup dan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat setempat,” tutur Sarasvati.

Fokus Program Kerja dan Pesan Keberangkatan

Melalui KKN-PPM Periode II Tahun 2026, pihak universitas memfokuskan pilar pengabdian mahasiswa pada beberapa program kerja strategis. Berbagai program utama yang diusung oleh para mahasiswa meliputi sektor-sektor berikut:

  • Penguatan ketahanan pangan lokal serta penanganan perubahan iklim.
  • Pengembangan UMKM dan pariwisata berbasis komunitas.
  • Penanganan stunting serta akselerasi digitalisasi masyarakat desa.

Sebagai penutup upacara pelepasan, Dr. Arie Sudjito memberikan pesan penting agar mahasiswa menjaga keselamatan diri.

“Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat. Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas,” pesan Arie.