Tragedi Ledakan Gas di Cikarang Bekasi Menewaskan Ayah dan Anak Serta 4 Korban Luka

Ledakan Gas memicu kebakaran rumah di Cikarang Bekasi hingga merenggut nyawa ayah dan anak serta melukai empat anggota keluarga.

Peristiwa ledakan gas menghantam sebuah rumah di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (29/8/2026) dini hari. Kejadian tragis ini merenggut nyawa seorang ayah, Deni Setiawan (36), dan anak laki-lakinya, Raihan Alfarizky (7).

Kedua korban mengembuskan napas terakhir di RSUD Kabupaten Bekasi akibat luka bakar parah di atas 90 persen. Empat anggota keluarga lainnya juga menderita luka serius dan harus mendapat penanganan medis secara intensif.

Musibah rumah tangga ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai bahaya kebocoran tabung LPG saat aktivitas memasak. Kelalaian kecil atau penanganan yang terlambat saat mengendus bau gas bisa berujung petaka besar.

Kronologi Petaka Kebocoran Gas Dapur

Peristiwa ini bermula ketika salah satu anggota keluarga bernama Enah sedang berada di dapur sekitar pukul 04.00 WIB. Ia bermaksud menghangatkan nasi sebelum menyadari adanya indikasi kebocoran pada tabung atau saluran gas.

Melihat kendala tersebut, Enah meminta bantuan anggota keluarga lain untuk mengatasinya. Kebocoran yang tak tersadarkan membuat ruang dapur dengan cepat dipenuhi oleh gas.

Sayangnya, percikan api yang berada di sekitar area dapur langsung menyambar akumulasi gas yang terkumpul. Sambaran api seketika memicu ledakan keras hingga membakar enam orang di ruangan tersebut.

Tami (55), kerabat yang tinggal tepat di sebelah rumah korban, mengaku mendengar satu kali dentuman keras. Suara itu terdengar tak lama setelah Enah memanggil kerabat untuk mengecek masalah gas di dapurnya.

Kesaksian Warga dan Evakuasi Korban

Warga sekitar yang mendengar dentuman langsung berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan. Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mendapati laporan dari anak korban yang berlari mencari bantuan.

“Anaknya datang ke rumah saya dan meminta pertolongan. Dia mengatakan terjadi kebakaran dan ibunya sudah terluka,” ujar Suta.

Saat Suta tiba di tempat kejadian, para korban sudah tergeletak di depan rumah dengan kondisi luka bakar. Warga bergotong royong melarikan seluruh korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Gasnya diduga bocor. Saat hendak diganti, ternyata sudah ada api. Orang-orang yang berada dalam satu ruangan langsung terkena sambaran,” tutur Suta mendeskripsikan situasi.

Kondisi Empat Korban Selamat Lainnya

Empat korban selamat saat ini masih terbaring di rumah sakit untuk memulihkan luka bakar mereka. Tiga orang dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga sisanya dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika.

Enah saat ini menempati ruang perawatan intensif RSUD Kabupaten Bekasi dengan tingkat luka bakar mencapai 90 persen. Pihak keluarga belum diizinkan menjenguk karena kondisi kesehatannya masih terus dipantau tim medis.

Sementara itu, Amelya Putri dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki. Persentase luka bakar pada tubuh Amelya berada di bawah 50 persen.

Dua korban lainnya, yakni Buyin dan Aisah (15), berada di bawah perawatan Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah sendiri mendapat perawatan khusus akibat luka bakar pada kedua kakinya.

Berikut rincian penanganan medis para korban selamat:

  • Enah: Ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi, luka bakar 90 persen.
  • Amelya Putri: Ruang Perawatan RSUD Kabupaten Bekasi, luka bakar <50 persen.
  • Buyin: Perawatan RS Sentra Medika.
  • Aisah (15): Perawatan RS Sentra Medika, luka bakar pada kedua kaki.

Penyelidikan Kepolisian di Lokasi Kejadian

Area dapur rumah korban mengalami kerusakan paling parah dan menjadi pusat pemeriksaan utama. Olah tempat kejadian perkara terus dilakukan oleh pihak berwajib demi menemukan pemicu utama.

Penanganan kasus ledakan ini ditangani secara intensif oleh Polsek Cikarang Utara bersama Polres Metro Bekasi. Petugas masih mengumpulkan barang bukti serta menggali keterangan saksi-saksi kunci.

Polisi fokus mendalami sumber pasti kebocoran gas serta pemantik api yang memicu ledakan beruntun itu. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan teknis pada tabung gas.