Arema FC menutup pertandingan uji coba menjelang kompetisi resmi dengan memetik kemenangan 2-0 atas Deltras Sidoarjo. Pertandingan latihan bersama tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026).
Kemenangan dua gol tanpa balas ini memberikan kepastian nilai praktis bagi tim pelatih dalam mengukur kesiapan fisik serta skema permainan tim. Para pendukung dan publik dapat melihat perkembangan komposisi barisan pemain utama sebelum memasuki ajang liga sesungguhnya.
Hasil positif di arena latihan ini menjadi acuan penting untuk mengukur tingkat kerapian kerja sama antar lini. Pembenahan internal tim terus dilakukan agar skuad Singo Edan mencapai performa puncak tepat waktu.
Alasan Penyelenggaraan Laga Tertutup
Panitia pelaksana memastikan agenda latihan bersama menghadapi Deltras Sidoarjo ini digelar tanpa kehadiran penonton di tribun. Kebijakan tersebut diambil agar jajaran manajemen dan tim pelatih memiliki ruang leluasa saat mematangkan aspek teknis.
Kondisi ini berbeda saat Arema FC menghadapi RANS FC pada laga uji coba sebelumnya di lokasi yang sama. Pada saat itu, pertandingan berlangsung terbuka sehingga suporter dapat hadir langsung memberikan dorongan semangat.
Pelatih Marcos Santos memahami sepenuhnya kebijakan internal klub untuk menyelenggarakan laga tanpa penonton. Keputusan ini dimanfaatkan untuk menguji kesiapan seluruh anggota skuad tanpa gangguan dari luar lapangan.
“Kami tentu saja ingin ada suporter, tetapi kami juga memahami proses dan keputusan klub. Namun, akan sangat bagus jika kami bisa memainkan semua pemain yang tidak bermain di pertandingan sebelumnya, seperti Careca, Marcos Vinicius, dan juga Mauro Zijlstra. Jadi, akan sangat bagus melihat mereka bermain kembali dan kami sangat antusias menghadapi pertandingan ini,” kata Marcos kepada WEAREMANIA.
Uji Coba Dan Eksperimen Formasi
Pertandingan tertutup memberikan kesempatan bagi tim pelatih asal Brasil itu untuk menjajal skema permainan baru. Atmosfer pertandingan yang tenang membantu para pemain fokus mengeksekusi instruksi taktik secara maksimal.
Rotasi pemain dilakukan untuk memberikan menit bermain kepada pilar yang absen pada laga sebelumnya. Nama-nama seperti Careca, Marcos Vinicius, hingga Mauro Zijlstra mendapatkan kesempatan untuk tampil di lapangan.
Kehadiran Mauro Zijlstra memberikan dimensi baru bagi pilihan barisan penyerang Singo Edan. Pemain yang baru didatangkan dari Persija Jakarta dengan status pinjaman ini langsung dipasang sejak awal laga.
Kehadiran sosok juru gedor baru ini diharapkan mampu mendongkrak ketajaman tim di area penalti lawan. Skema serangan dirancang lebih variatif demi meningkatkan ancaman di sepertiga akhir wilayah musuh.
“Kami akan memulai dengan Mauro. Kami mencoba memainkan pemain yang berada di area penalti ini, yang tidak kami miliki di pertandingan terakhir. Tujuannya untuk mendapatkan sedikit lebih banyak agresivitas di sepertiga akhir lapangan,” pungkasnya.




