Samir Nasri Diperiksa Kepolisian Prancis Terkait Investigasi Kasus Pencucian Uang

Samir Nasri
Samir Nasri

Terkini24.id – Mantan gelandang Arsenal dan Manchester City, Samir Nasri, menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian Prancis selama 10 jam. Pemeriksaan ini berkaitan dengan penyelidikan hukum mengenai konspirasi kriminal, impor narkotika, dan pencucian uang yang melibatkan kelompok terorganisasi. Meski sempat ditahan dalam rangkaian investigasi tersebut, ia akhirnya dibebaskan tanpa tuduhan resmi.

Le Parisien melaporkan bahwa Samir Nasri, yang kini berprofesi sebagai komentator di Canal+, diminta keterangan mengenai perannya sebagai mantan pengelola kelab malam ‘XS’.

Investigasi ini menyoroti investasi beberapa ratus ribu euro yang ia tanamkan di tempat tersebut saat masih membela Manchester City, menjadikannya salah satu pemilik.

Detail Keterlibatan dalam Kasus Kelab Malam

Pihak kepolisian memeriksa dugaan penarikan dana besar dari kelab malam tersebut selama periode 2021 hingga 2023. Dana itu diduga terkait dengan istri Hakim Berrebouh, seorang pengedar narkotika yang telah dipenjara sejak 2021.

Ini merupakan kali kedua Samir Nasri dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, pihak pengacara belum memberikan komentar resmi, dan tidak ada langkah hukum lanjutan yang dikenakan terhadap dirinya.

Selain kasus pidana, ia juga menghadapi persoalan hukum lainnya terkait kewajiban pajak. Berikut adalah poin-poin utama dalam sengketa pajak yang melibatkan pihak berwenang Prancis:

  • Terdapat klaim bahwa ia memiliki kewajiban pajak sebesar lebih dari 5,5 juta euro.
  • Otoritas pajak meragukan statusnya sebagai residen pajak di Dubai.
  • Pihak berwenang menggunakan riwayat pesanan makanan daring Deliveroo sebagai salah satu bukti.
  • Catatan penerbangan menunjukkan ia menghabiskan waktu lebih banyak di Prancis dibandingkan Uni Emirat Arab antara 2021-2023.

Sengketa Status Residen Pajak

Pengadilan Yudisial Paris telah menyetujui penyitaan properti miliknya di Paris pada 12 Maret lalu, serta pembekuan rekening bank. Kuasa hukumnya saat ini tengah mengajukan banding atas keputusan pengadilan terkait penyitaan properti tersebut.

Pakar hukum pajak internasional, Lyes Kaci, menilai bahwa bukti yang saat ini tersedia belum cukup untuk memvonis mantan pemain tersebut. Ia memberikan peringatan:

“Be careful not to jump to conclusions.”

Kaci menambahkan pernyataan terkait kompleksitas hukum dalam kasus ini:

“The heart of this matter is far from settled. At this stage, it would be a little too easy to conclude that Nasri is a French tax resident simply by having access to the arguments of the tax authorities; especially since the court’s decision does not establish the nature and, above all, the origin of the income for which the former footballer is being reassessed.”

Hingga saat ini, Samir Nasri masih menunggu kepastian hukum atas kedua kasus yang menyeret namanya tersebut. Ketidakpastian mengenai status residensi pajaknya menjadi poin utama yang terus didalami oleh otoritas keuangan Prancis untuk menentukan kewajiban pembayaran pendapatan yang bersangkutan.