Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada penutupan sesi pertama perdagangan akhir pekan seiring derasnya modal pemodal luar negeri yang masuk ke bursa domestik. Penguatan ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar modal yang memanfaatkan momentum akumulasi portofolio saham berkapitalisasi besar.
Indeks menguat 0,52% atau bertambah 33,99 poin menuju level 6.535,58 pada perdagangan Jumat (21/8). Aktivitas bursa berlangsung ramai dengan perputaran dana yang solid sejak pembukaan pasar.
Kinerja Transaksi dan Penggerak Sektoral
Perputaran dana di seluruh pasar saham membukukan nilai total sebesar Rp8,96 triliun. Aktivitas perdagangan tersebut melibatkan pertukaran 26,65 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi menyentuh 1,35 juta kali.
Apresiasi indeks didorong oleh pergerakan mayoritas indeks sektoral yang serentak berada di zona hijau. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor industri yang melonjak 0,87% serta sektor energi yang naik 0,82%.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan nilai transaksi paling tinggi di bursa dengan total mencapai Rp972,35 miliar. Posisi perputaran modal berikutnya ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp595,5 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp298,82 miliar.
Aktivitas transaksi yang tinggi mendorong pergerakan harga saham emiten tersebut. Saham BUMI melesat 4,21%, BBRI menguat 2,55%, sedangkan BMRI terangkat 1,20%.
Distribusi Aliran Dana Investor Asing
Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai akumulasi mencapai Rp362,65 miliar pada paruh pertama perdagangan. Sebaliknya, perhitungan volume perdagangan menunjukkan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebanyak 449,01 juta lembar saham.
Distribusi dana pemodal internasional terkonsentrasi pada emiten perbankan besar dan petrokimia. Rincian lima emiten teratas dengan nilai pembelian bersih asing tertinggi mencakup:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp379,24 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp99,35 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp94,31 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp86,28 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp50,96 miliar
Realisasi Penjualan Bersih Pasar Saham
Tekanan jual investor asing tetap terjadi pada sejumlah saham komoditas tambang dan telekomunikasi. Pelepasan aset portofolio tersebut tercatat pada lima saham dengan nilai pelepasan terbesar:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp43,27 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp40,47 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp27,04 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp26,09 miliar
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) – Rp19,21 miliar
Dinamika aliran modal ini menunjukkan bahwa minat beli investor global masih condong mengamankan likuiditas pada sektor perbankan utama. Pelaku pasar domestik dapat mencermati stabilitas sektor energi dan perbankan menjelang pembukaan sesi perdagangan kedua.




