Saham BUMI Melonjak Lagi Hari Ini Usai Tuntaskan Akuisisi

Saham BUMI melanjutkan tren positif usai merampungkan akuisisi perusahaan Australia. Cek potensi pergerakan harganya di sini.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Grup Bakrie-Salim melesat 4,55 persen ke posisi Rp230 per saham pada sesi perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi pukul 10.06 WIB. Lonjakan harga ini memicu nilai transaksi transaksi pasar yang fantastis hingga menyentuh angka Rp533,89 miliar. Tren naik ini memperpanjang sinyal positif perdagangan yang sudah terjadi sejak dua hari sebelumnya.

Sentimen utama pendorong pergerakan positif ini datang dari aksi korporasi perseroan yang baru saja merampungkan pengambilalihan perusahaan asal Australia, Loyal Metals Ltd, pada 4 September 2026. Langkah taktis ini langsung mendapat sambutan hangat investor karena membuka keran pendapatan baru bagi perseroan di luar lini bisnis batu bara konvensional. Efek manis aksi korporasi tersebut memberi angin segar bagi pemegang saham yang menantikan pertumbuhan nilai portofolio mereka.

Secara teknikal, pergerakan BUMI masih menyisakan ruang penguatan yang terbuka lebar setelah berhasil menembus batas penahan harga pada kisaran 196 hingga 202. Posisi harga saat ini sedang menguji garis rata-rata pergerakan 200 hari atau MA200 pada level 232. Jika pergerakan harga mampu bertahan kokoh melampaui garis tersebut, sasaran Kenaikan terdekat berpotensi berlanjut menuju kisaran target harga 237 hingga 248.

Caplok Perusahaan Australia Rp1 Triliun

Penguatan nilai pasar BUMI di bursa tidak lepas dari keberhasilan unit usahanya di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA). BRA telah merampungkan transaksi pembelian 100 persen saham Loyal Metals Ltd secara penuh. Total saham yang dibeli mencapai 175.710.515 lembar saham.

Direktur BUMI R. A. Sri Dharmayanti menegaskan keterbukaan informasi transaksi berharga tersebut pada Senin (7/9/2026). Kehadiran entitas baru di Australia ini akan memperluas diversifikasi portofolio perseroan pada penguasaan aset mineral berharga secara internasional.

Rincian fakta dari transaksi akuisisi internasional tersebut mencakup poin-poin berikut:

  • Total dana pengambilalihan saham: Rp1 triliun (setara 79 juta dolar Australia)
  • Jumlah saham yang dikuasai: 175.710.515 lembar saham
  • Persentase kepemilikan akhir: 100 persen saham disetor penuh
  • Tanggal penyelesaian transaksi: Jumat, 4 September 2026

Garap Proyek Gasifikasi Metanol

Langkah diversifikasi BUMI juga dibuktikan lewat pembangunan fasilitas pemrosesan batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Proyek hilirisasi ini dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), yang dibentuk gabungan dua anak usaha perseroan, yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.

Proyek ini difungsikan untuk memproses batu bara berkalori rendah agar bernilai ekonomis tinggi sekaligus menekan angka impor metanol nasional. Peletakan batu pertama proyek telah diresmikan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot pada Senin (31/8/2026) di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Bengalon.

Berikut poin spesifikasi dari fasilitas proyek pemrosesan tersebut:

  • Luas area pembangunan: 93 hektare
  • Target kapasitas produksi: 2 juta ton metanol per tahun
  • Kebutuhan pasokan batu bara: 7,70–7,78 juta ton per tahun (kalori 3.400 kcal/kg)
  • Sektor sasaran pasokan: Industri petrokimia, formaldehida, pendukung FAME, dan program B50

Hasil olahan metanol dari fasilitas ini siap diserap industri domestik untuk memperkuat ketahanan energi serta pasokan bahan baku dalam negeri. Kehadiran berbagai proyek baru ini membuktikan konsistensi BUMI untuk terus bertransformasi menjadi emiten tambang yang makin solid.