Aksi borong Saham BBCA oleh investor asing terus berlanjut pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/9/2026). Fenomena ini cukup menarik perhatian pasar mengingat pemodal asing sebenarnya sedang mencatatkan total jual bersih (net sell) sebesar Rp379,6 miliar secara keseluruhan.
Berdasarkan data BEI yang dihimpun Stockbit Sekuritas, asing membukukan aksi beli bersih (net buy) pada emiten PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp106,8 miliar. Volume transaksi yang dikumpulkan pemodal internasional tersebut menyentuh angka 16 juta lembar.
Maraknya minat terhadap emiten perbankan swasta ini memberikan sinyal positif bagi pergerakan indeks. Kepercayaan pemodal luar negeri kerap menjadi indikator arah aliran dana besar di pasar modal tanah air.
Pergerakan Harga dan Transaksi Pasar
Langkah koleksi dari investor luar berhembus berbarengan dengan kenaikan harga di pasar reguler. Nilai instrumen investasi ini terpantau menguat 0,76% ke posisi Rp6.650 per lembar.
Grafik perdagangan memperlihatkan pergerakan positif dalam jangka pendek. Kenaikan mingguan hingga bulanan mulai terkumpul meski secara tahunan masih mengalami penyesuaian harga.
- Perubahan 1 Bulan: Naik 5,14%
- Perubahan Year to Date (ytd): Turun 17,6%
- Volume Transaksi Sesi I: 63,4 juta saham
- Frekuensi Perdagangan: 16,7 ribu kali
- Total Nilai Transaksi: Rp422,6 miliar
Tren Akumulasi Pemodal Luar Negeri
Pembelian yang terjadi pada pertengahan pekan ini meneruskan tren dari hari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), pemodal asing juga terdata melakukan net buy jumbo hingga Rp435,3 miliar.
Arus masuk modal internasional yang konsisten menunjukkan minat yang belum surut terhadap saham perbankan berkapitalisasi besar. Keputusan asing memburu instrumen ini menjadi penahan dari tekanan lepas portofolio di sektor lainnya.
Dukungan transaksi bernilai ratusan miliar tersebut membuktikan daya tarik industri keuangan domestik masih cukup solid. Kondisi pasar modal pun tetap dinamis di tengah rotasi aset harian.
Proyeksi Target Harga Menurut Analis
Pergerakan grafik teknikal memberi sinyal bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan harga harian. CGS International Sekuritas Indonesia memberikan catatan teknikal terkait batas pergerakan harga.
Rentang batas bawah atau area support diperkirakan berada pada kisaran Rp6.367 hingga Rp6.483. Titik ini menjadi acuan penting untuk mengukur batas aman koreksi harga.
Sementara itu, target harga terdekat yang berpeluang dikejar dalam rentang pendek berada di posisi Rp6.658 sampai Rp6.717. Patokan ini bisa menjadi panduan praktis bagi investor dalam mengambil keputusan transaksi.




