Rumor Persib butuh Kiper Baru, Mario Jozic Menjawab

Rumor kiper baru Persib mencuat usai pelatih Mario Jozic menilai tim butuh amunisi tambahan untuk lima kompetisi.

Rumor kiper baru Persib menjadi perbincangan hangat seiring langkah tim mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan musim 2026/2027. Manajemen klub membuka peluang menambah amunisi di sektor pertahanan terakhir guna mengarungi lima ajang kompetisi sekaligus. Langkah ini menjadi perhatian penting bagi suporter yang menginginkan kedalaman skuad tetap terjaga.

Saat ini, sektor penjaga gawang Pangeran Biru dihuni oleh Teja Paku Alam sebagai figur berpengalaman. Teja didampingi dua pemain muda, yakni Fitrah Maulana serta Rhaka Bilhuda, untuk mengawal gawang Maung Bandung di berbagai laga mendatang.

Pertimbangan Pelatih dan Faktor Geografis

Jajaran pelatih mengevaluasi komposisi penjaga gawang yang ada saat ini. Pelatih kiper Persib, Mario Jozic, belum memberikan kepastian mengenai nama pemain yang bakal didatangkan ke Bandung.

“Mungkin ya, mungkin tidak, tetapi itu bukan tugas saya, kamu tahu,” ujar Mario Jozic saat ditemui seusai sesi latihan Persib, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Meskipun begitu, Jozic memberi sinyal bahwa penambahan penjaga gawang menjadi opsi logis bagi Pangeran Biru. Padatnya jadwal domestik hingga turnamen kawasan Asia maupun ASEAN menuntut kesiapan fisik ekstra dari setiap anggota tim.

“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi (dimainkan),” kata Jozic.

Faktor geografis Indonesia yang luas turut memengaruhi kondisi kebugaran para pemain. Laga tandang antarpulau mengharuskan tim menempuh perjalanan jarak jauh yang menguras tenaga.

“Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dan (akumulasi) kartu kuning atau merah,” tutur pelatih asal Kroasia tersebut.

Antisipasi Risiko Cedera dan Sanksi Kartu

Kemungkinan terjadinya cedera atau sanksi akumulasi kartu menjadi alasan utama di balik wacana penambahan amunisi baru. Absennya kiper utama di tengah jadwal padat dapat mengganggu stabilitas pertahanan jika tidak memiliki pelapis sepadan.

“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” ujarnya.

Keputusan akhir mengenai perekrutan pemain sepenuhnya berada di tangan manajemen klub. Jozic memilih fokus mematangkan kemampuan tiga penjaga gawang yang ada agar siap diturunkan sewaktu-waktu.