Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Fokus AI dan Kesehatan

Ridho Rahmadi resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat karena alasan kesehatan serta kesibukan mengelola politeknik AI.

Ridho Rahmadi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Ummat setelah memimpin sejak 2021. Keputusan pengunduran diri ini disetujui dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada 26 Agustus 2026.

Langkah sang ketua umum ini juga diikuti oleh Taufik Hidayat yang melepas posisi Sekretaris Jenderal. Pengunduran diri beruntun ini memicu perubahan peta kepemimpinan di internal partai.

Faktor utama di balik keputusan ini adalah masalah kesehatan dan padatnya rutinitas harian. Aktivitas bolak-balik Yogyakarta-Jakarta membuat kondisi fisik sosok pemimpin muda ini terus menurun.

Pria kelahiran 13 April 1985 ini kesulitan membagi waktu dengan peran barunya. Saat ini, menantu Amien Rais tersebut menjabat sebagai Direktur Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua di Yogyakarta.

Jejak Akademis dan Kiprah di Dunia Teknologi

Sebelum terjun ke panggung politik, suami dari Tasniem Rais ini punya latar belakang akademis yang kuat. Pendidikan sarjana diselesaikannya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 2008.

Gelar PhD berhasil diraih dari Radboud University Nijmegen Belanda pada 2019 dengan fokus pada Machine Learning. Riset mendalam juga sempat dijalani di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat pada 2017.

Karier akademis diawali sebagai asisten dosen hingga menjadi asisten profesor di Teknik Informatika UII. Pusat Studi Sains Data atau Center of Data Science juga didirikan saat mengabdi di kampus tersebut.

Keterlibatan awal dengan partai politik berawal dari bantuan teknis untuk Amien Rais. Sistem digital, aplikasi polling, dan server internal partai dibangun secara mandiri menggunakan keahlian bidang IT.

Transisi Kepemimpinan dan Langkah Selanjutnya

Kemampuan teknis tersebut membuat namanya masuk dalam bursa calon ketua umum. Forum Majelis Syura secara mengejutkan menunjuk akademisi IT ini untuk memimpin partai pada deklarasi 29 April 2021.

Setelah memimpin selama lebih dari lima tahun, posisi puncak kini harus dilepas. Tanggung jawab ganda di dunia pendidikan AI dan politik dinilai sudah tidak efektif lagi untuk dijalankan bersamaan.

Kendati melepas jabatan tertinggi, status keanggotaan sebagai kader dan anggota Majelis Syura tetap dipertahankan. Kontribusi pemikiran dipastikan terus berjalan dari struktur penasihat.

  • Ansufri ID Sambo ditunjuk mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.
  • Penunjukan Plt bertujuan menjaga stabilitas organisasi partai hingga penetapan pejabat definitif.
  • Fokus utama struktur baru mencakup konsolidasi internal pasca-pengunduran diri pengurus inti.

Perubahan kepemimpinan ini menandai babak baru bagi arah pergerakan politik partai ke depan. Publik kini menanti langkah taktis kepengurusan sementara dalam menjaga stabilitas suara konstituen.