Ribuan Siswa SNPMB 2026 Keluhkan Kendala Simpan Permanen Akun, Panitia Beri Solusi

TERKINI24.ID – Ribuan siswa kelas 12 yang berencana mendaftar Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menghadapi hambatan signifikan saat mencoba menyimpan permanen akun mereka. Keluhan ini mulai membanjiri sejak hari kedua pembukaan registrasi pada Rabu, 13 Januari 2026.

Berbagai pesan kesalahan muncul, mulai dari “tahun lulus tidak valid” hingga “data NISN tidak ditemukan”, yang tentu saja menimbulkan keresahan di kalangan calon mahasiswa yang ingin segera menuntaskan proses pendaftaran jalur SNBP. Meski demikian, panitia SNPMB menegaskan bahwa siswa tidak perlu panik. Masa registrasi masih akan berlangsung hingga 18 Februari 2026, memberikan waktu yang cukup untuk memperbaiki data sebelum finalisasi akun.

Penyebab Gagal Simpan Permanen Akun SNPMB 2026

Berdasarkan penjelasan resmi dari admin SNPMB, akar masalah kegagalan simpan permanen ini terletak pada ketidaksinkronan data antara sistem sekolah dengan database SNPMB. Beberapa faktor spesifik yang memicu kendala tersebut antara lain:

  • Ketidaksinkronan Data Sekolah: Untuk siswa SMA dan SMK, database Dapodik Kemendikbudristek harus sudah tersinkronisasi dengan versi terbaru tahun 2025. Sementara itu, siswa Madrasah Aliyah wajib memastikan data mereka telah terbarui di sistem EMIS Kemenag. Jika operator sekolah belum melakukan sinkronisasi, data siswa akan tertinggal di semester lama.
  • Status Semester Siswa: Banyak siswa kelas 12 yang masih tercatat di semester 1 (ganjil), padahal seharusnya sudah masuk semester 2 (genap). Kondisi ini menyebabkan sistem SNPMB menganggap tahun kelulusan siswa tidak valid dan tidak sesuai dengan tahun pendaftaran.
  • Lonjakan Akses Server: Peningkatan drastis akses pengguna pada jam-jam sibuk mengakibatkan server SNPMB kewalahan memproses permintaan. Hal ini memicu kegagalan teknis saat proses penyimpanan data permanen.
  • NISN Tidak Valid: Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang belum terdaftar atau tidak valid di database pusat akan otomatis ditolak oleh sistem. Ini bisa terjadi karena kesalahan input data saat pendaftaran NISN atau perbedaan informasi personal seperti nama dan tanggal lahir.
  • Cache Browser: Data lama yang tersimpan di browser terkadang menimbulkan konflik dengan sistem baru, sehingga proses unggah foto atau penyimpanan data menjadi terhambat.

Panduan Mengatasi Kendala Simpan Permanen Akun SNPMB 2026

Panitia SNPMB telah menyediakan panduan lengkap untuk menyelesaikan berbagai kendala yang muncul. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa:

  • Koordinasi dengan Operator Sekolah: Hubungi operator Dapodik atau EMIS di sekolah untuk memastikan data sudah terbarui dan tersinkronisasi dengan versi terbaru.
  • Verifikasi Data Pribadi: Lakukan pengecekan data pribadi melalui laman vervalpd.data.kemdikbud.go.id bagi siswa SMA/SMK. Pastikan informasi seperti nama lengkap, tempat lahir, dan tanggal lahir sudah sesuai. Jika ada ketidaksesuaian, ajukan perbaikan melalui sekolah, bukan langsung di portal SNPMB.
  • Akses di Luar Jam Sibuk: Hindari mengakses portal SNPMB pada jam sibuk, seperti pagi hingga sore hari. Disarankan untuk mencoba lagi pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari pukul 05.00 WIB, saat trafik pengguna lebih rendah dan server lebih stabil.
  • Hapus Cache dan Cookies: Hapus cache dan cookies di pengaturan browser yang digunakan. Alternatif lain, gunakan mode penyamaran (Incognito atau Private Browsing) untuk memastikan tidak ada data lama yang mengganggu proses registrasi.
  • Laporkan ke Halo SNPMB: Jika semua langkah di atas sudah dicoba namun masalah tetap berlanjut, buat laporan ke Halo SNPMB melalui situs halo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Siapkan tangkapan layar error yang muncul beserta identitas lengkap untuk mempercepat penanganan tim teknis.
  • Perbaikan Data Lulusan Tahun Sebelumnya: Lulusan tahun sebelumnya yang ingin mendaftar perlu melakukan perbaikan data lulusan di laman khusus. Alumni SMA/SMK mengakses pd.data.kemdikbud.go.id, sedangkan alumni MA melakukan perbaikan melalui EMIS Madrasah terlebih dahulu.

Panitia SNPMB menekankan pentingnya kesabaran dalam proses ini. Data yang sudah tersimpan permanen tidak dapat diubah lagi dengan alasan apapun, sehingga memastikan keakuratan informasi sejak awal sangat krusial. Siswa memiliki waktu hingga pertengahan Februari untuk menyelesaikan proses registrasi tanpa terburu-buru.

Proses seleksi masuk perguruan tinggi memang memerlukan ketelitian ekstra. Dengan memahami akar permasalahan dan mengikuti solusi yang tepat, kendala teknis ini diharapkan dapat diatasi dengan baik. Baca juga berita terkait SNPMB lainnya untuk informasi terbaru.