Rekor Pertemuan Memihak Oranje, Apakah Jepang Tanpa Wataru Endo Siap Balas Dendam?

Jepang Tanpa Wataru Endo Siap Balas Dendam Jepang Tanpa Wataru Endo Siap Balas Dendam

Tim nasional Jepang akan menghadapi tantangan berat saat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Belanda pada pertandingan pembuka Grup F. Laga perdana yang krusial ini bakal berlangsung di Dallas Stadium pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 03.00 WIB.

Kedua tim datang dengan modal meyakinkan dari fase kualifikasi. Samurai Blue menjadi negara pertama di luar tiga tuan rumah yang mengamankan tiket ke putaran final setelah tampil dominan di Asia. Sementara itu, De Oranje lolos ke turnamen ini sebagai juara grup di zona Eropa tanpa menelan satu pun kekalahan.

Pukulan Telak Cedera Wataru Endo

Bagi Jepang, turnamen ini menjadi penampilan kedelapan secara beruntun di panggung tertinggi sepak bola dunia. Mereka membawa harapan besar untuk melampaui rapor terbaik yang sejauh ini masih tertahan di babak 16 besar.

Namun, persiapan Jepang terganggu setelah kehilangan kapten sekaligus gelandang bertahan andalan, Wataru Endo. Pemain berusia 33 tahun itu dipastikan absen karena cedera kaki yang tidak kunjung pulih. Cedera ini bahkan memaksanya menyudahi karier internasional menjelang putaran final.

Absennya Endo menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Hajime Moriyasu. Mantan pemain Liverpool tersebut merupakan pemimpin utama di lapangan sekaligus sosok paling berpengalaman di dalam tim saat ini.

Era Baru Takefusa Kubo

Jepang kini akan mengandalkan generasi baru yang dipimpin oleh Takefusa Kubo. Gelandang serang Real Sociedad ini diharapkan mampu menjaga momentum positif yang telah dibangun sejak Piala Dunia 2022 lalu.

Empat tahun lalu di Qatar, Jepang mencuri perhatian dunia setelah menumbangkan dua raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol, di fase grup. Meski akhirnya tersingkir melalui adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar, performa tersebut menjadi fondasi kepercayaan diri mereka menuju turnamen kali ini.

Ambisi Juara Ronald Koeman

Di kubu lawan, Belanda datang dengan target yang tidak kalah besar. Tiga kali mencapai final Piala Dunia tanpa pernah mengangkat trofi membuat armada Ronald Koeman kembali memikul ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang mereka.

Sama seperti Jepang, Koeman juga harus merombak komposisi pemain pada menit-menit akhir. Bek Jurrien Timber terpaksa dicoret dari skuad akibat cedera pangkal paha. Sebagai gantinya, staf pelatih memanggil Lutsharel Geertruida untuk memperkuat lini belakang.

Meski kehilangan Timber, Belanda tetap memiliki fondasi kokoh. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta yang telah matang di kompetisi elite Eropa, terutama mereka yang rutin tampil di Liga Champions, menjadi modal utama De Oranje.

Memori 2010 dan Peta Persaingan Grup F

Pertandingan ini juga menghadirkan ulangan pertemuan kedua tim di Piala Dunia 2010. Saat itu, Belanda menang tipis 1-0 melalui gol Wesley Sneijder dalam laga fase grup sebelum melangkah hingga ke partai final.

Selain menjadi ajang perebutan tiga poin pertama, hasil laga di Dallas berpotensi menentukan arah persaingan di Grup F yang juga dihuni oleh Swedia dan Tunisia. Kemenangan akan memberikan keuntungan besar bagi salah satu tim untuk mengamankan tiket ke fase gugur sejak awal turnamen.

Di atas kertas, Belanda sedikit lebih diunggulkan berkat pengalaman dan kualitas individu pemain mereka. Namun, Jepang telah berulang kali membuktikan kemampuan mereka menjungkirbalikkan prediksi saat bertemu tim raksasa. Duel di Dallas Stadium diprediksi berjalan ketat sejak menit pertama.