Terkini24.id – Penghapusan aturan wajib memainkan pemain U-23 di kompetisi Super League 2026/2027 oleh operator I.League mengubah peta persaingan internal klub. Kebijakan baru ini memaksa para pesepak bola muda Arema FC bekerja keras memikat hati pelatih agar mendapat menit bermain.
Sistem baru yang membebaskan klub menurunkan komposisi pemain terbaik tanpa batasan usia ini berpotensi menekan jam terbang para talenta muda. Kendati demikian, atmosfer persaingan yang kian ketat dianggap sebagai momen tepat untuk meningkatkan kualitas individu pemain.
Kebijakan Baru Operator I.League di Super League 2026/2027
Pada musim-musim sebelumnya, operator kompetisi mewajibkan setiap tim peserta Super League menampilkan minimal satu pemain berusia di bawah 23 tahun sebagai pemula. Pemain tersebut juga dipatok tampil paling sedikit selama 45 menit pada babak pertama.
Perubahan regulasi oleh I.League untuk musim 2026/2027 kini memberi kebebasan penuh kepada tim pelatih dalam menentukan susunan pemain. Keputusan ini diambil agar kualitas kompetisi sepak bola nasional berjalan lebih kompetitif.
Bagi klub seperti Arema FC, ketiadaan aturan pembatasan usia menuntut para penggawa muda membuktikan kemampuan teknis secara langsung saat latihan. Mereka harus bersaing ketat dengan para pemain senior serta legiun asing demi menembus skuad utama.
Kesiapan Robi Darwis Menghadapi Persaingan Singo Edan
Perubahan regulasi kompetisi tidak surut melangkah bagi gelandang anyar Singo Edan, Robi Darwis. Pemain berusia 22 tahun yang didatangkan dari Persib Bandung ini memandang penyesuaian aturan sebagai pemacu semangat untuk membenahi performa diri.
Pengalaman membela Persib Bandung dan Dewa United membuat pesepak bola asal Cianjur ini terbiasa menghadapi tekanan perebutan posisi. Robi menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyerap instruksi taktik serta meminta masukan dari figur-figur senior tim.
Robi menegaskan kesiapannya dalam menghadapi perubahan aturan kompetisi tersebut secara positif.
”Itu memang menjadi tantangan tersendiri untuk saya, tapi saya tidak menganggap itu sebagai hal yang buruk (perubahan regulasi U-23),” ujar pesepak bola asal Cianjur tersebut.
Komitmen Pemain Muda Terhadap Keputusan Pelatih
Kerja keras di lapangan latihan diyakini menjadi kunci utama untuk memikat perhatian Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos. Jajaran pelatih dinilai bakal bersikap objektif dalam memilih komposisi pemain berdasarkan kesiapan fisik dan taktik.
Pemain muda dituntut menunjukkan kontinuitas performa agar dipercaya mengisi daftar susunan pemain pada pertandingan resmi. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk mentalitas bertanding yang kuat bagi para pemain muda Indonesia.
Robi meyakini bahwa penilaian tim pelatih murni didasarkan pada kualitas serta kontribusi nyata setiap individu di lapangan.
”Pelatih pasti tahu apa yang terbaik untuk pemain. Jika diberikan kesempatan, saya akan melakukan yang terbaik,” jelas eks pemain Dewa United itu.




