PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan perombakan dan penyegaran di jajaran manajemen tim jelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat lini operasional teknis maupun nonteknis Laskar Mataram demi mengarungi musim kompetisi yang dijadwalkan bakal memulai kickoff pada September mendatang.
Perkenalan tiga sosok manajer baru tersebut dilaksanakan secara resmi di Wisma PSIM, Yogyakarta, pada Selasa (21/7/2026). Tiga pejabat baru yang diperkenalkan meliputi Ikhsan Mahar sebagai Manajer Tim, Tegar Diokta Andias sebagai Manajer Operasional, serta Wendy Umar Senoaji yang menjabat Manajer Operasional wilayah Yogyakarta.
Daftar Isi
Penyegaran Manajemen PSIM Yogyakarta Jelang Super League 2026/2027
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, menegaskan bahwa penunjukan jajaran manajemen baru ini merupakan bagian dari komitmen klub dalam meningkatkan profesionalisme. Struktur operasional yang solid dinilai menjadi kunci utama dalam mendukung performa para pemain di dalam lapangan.
Yuliana menyampaikan bahwa setiap posisi strategis ini diisi oleh figur yang memiliki rekam jejak teruji serta kapasitas mumpuni di bidangnya masing-masing. Langkah penataan organisasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi perjalanan klub ke depan.
Profil Ikhsan Mahar Sebagai Manajer Tim Baru Laskar Mataram
Penunjukan Ikhsan Mahar sebagai Manajer Tim (football manager) didasari oleh rekam jejaknya yang panjang di dunia sepak bola tanah air. Ikhsan merupakan mantan jurnalis olahraga senior Kompas yang telah bertugas selama 12 tahun di desk olahraga.
Menurut Yuliana, Ikhsan tidak hanya memiliki latar belakang pengetahuan sepak bola yang sangat luas, tetapi juga kemampuan mendalam dalam menganalisis kebutuhan tim serta melakukan pemantauan bakat pemain (scouting). Keahlian teknis tersebut dinilai sangat ideal untuk mendukung kebutuhan taktis skuad utama.
Selain tugas teknis, kehadiran Ikhsan juga diharapkan mampu mempererat komunikasi dan keterbukaan informasi antara PSIM Yogyakarta dengan insan pers. Manajemen ingin membangun transparansi yang lebih baik agar pemberitaan mengenai klub dapat diakses publik dengan akurat.
Peran Tegar Diokta Andias dalam Mengelola Operasional Tim Utama
Sektor operasional tim utama kini dipercayakan kepada Tegar Diokta Andias. Tegar memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman matang di level internasional karena pernah mendampingi tim kepelatihan Tim Nasional Indonesia, baik pada era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.
Tugas utama Tegar mencakup pengelolaan aspek nonteknis untuk tim utama (first team) hingga skuat Akademi (EPA). Tanggung jawab tersebut meliputi pengaturan administrasi, perencanaan perjalanan tandang (away), akomodasi, hingga pemenuhan kebutuhan harian seluruh pemain.
Manajemen menegaskan bahwa penanganan aspek logistik secara profesional akan memberikan kenyamanan penuh bagi para pemain. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, para pemain diharapkan dapat fokus memberikan penampilan terbaik mereka di setiap pertandingan.
Wendy Umar Senoaji Ambil Alih Operasional dan Perizinan di Yogyakarta
Sementara itu, posisi Manajer Operasional wilayah Yogyakarta diamanahkan kepada Wendy Umar Senoaji yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM. Wendy bertanggung jawab menangani operasional domestik di Yogyakarta, termasuk urusan perizinan laga yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Yuliana menggarisbawahi bahwa proses pengurusan izin pertandingan membutuhkan kerja keras serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak eksternal, mulai dari aparat kepolisian hingga dinas terkait. Ia mengapresiasi komitmen jajaran Panpel yang terus bekerja maksimal di balik layar.
Menutup keterangannya, Yuliana mengimbau seluruh elemen suporter dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan positif serta menjaga integritas klub. Saling percaya antara manajemen dan pendukung menjadi modal utama bagi PSIM Yogyakarta dalam mengarungi ketatnya persaingan kompetisi Super League 2026/2027.