Profil Rektor Unsoed yang Terkena OTT KPK Beserta Uang Ratusan Juta Rupiah

KPK amankan Rektor Unsoed yang terkena OTT KPK di Purwokerto. Simak kronologi penangkapan dan profil lengkapnya di sini.

Terkini24.id – Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan belasan orang termasuk Rektor Unsoed yang terkena OTT KPK dalam operasi tangkap tangan di Purwokerto, Jawa Tengah. Penindakan senyap ini memicu perhatian publik lantaran menyasar pimpinan perguruan tinggi negeri terkemuka. Penangkapan ini menggegerkan dunia kampus.

Penangkapan pimpinan kampus negeri ini memperlihatkan keseriusan penegak hukum dalam membersihkan tata kelola fasilitas pendidikan dari praktik suap. Tim penyidik bergerak serentak mengamankan para terduga pelaku tindak pidana korupsi. Kasus ini menyita perhatian.

Penyelidikan Tertutup di Dua Kota

Operasi tangkap tangan berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026. Penyelidikan berlangsung sangat rahasia. Tim penindakan menyisir lokasi tertentu di Purwokerto dan Jakarta secara bersamaan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pelaksanaan operasi penindakan tertutup tersebut. Konfirmasi resmi disampaikan kepada media massa pada Jumat, 21 Agustus 2026.

“Benar, KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah,” kata Budi kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026).

Belasan Orang Terjaring Operasi KPK

Tim penindakan mengamankan total empat belas orang dari dua lokasi berbeda. Dua belas orang ditangkap di Purwokerto dan dua orang lainnya diamankan di Jakarta.

Pihak yang diamankan mencakup unsur pimpinan universitas dan pihak swasta. Dua wakil rektor universitas turut masuk dalam daftar pihak yang diamankan penyidik.

Sebagian terperiksa langsung menjalani pemeriksaan awal di Mapolres Banyumas. Penyidik mendalami peran masing-masing orang yang tertangkap tangan. Tim bergerak sangat cepat.

Penyitaan Uang Ratusan Juta Rupiah

Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti penting dalam rangkaian penindakan lapangan tersebut. Uang tunai disita penyidik.

“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” tambahnya.

Penyidik menghitung nominal pasti dari uang tunai yang disita sebagai bukti awal. Bukti transaksi suap terus dikumpulkan oleh tim penyidik. Petugas menyisir seluruh dokumen.

Profil Pimpinan Kampus Terperiksa Korupsi

Sosok Rektor Unsoed yang terkena OTT KPK merupakan akademisi bidang peternakan. Prof Akhmad Sodiq memimpin Universitas Jenderal Soedirman sejak tahun 2022.

Ia terpilih memimpin universitas negeri tersebut setelah melalui rangkaian pemilihan rektor resmi. Kepemimpinannya kini berada dalam sorotan tajam publik.

KPK memeriksa keterlibatan sang rektor dalam dugaan penerimaan dana tidak sah. Lembaga penegak hukum menelusuri motif transaksi tersebut secara terperinci. Status hukum mulai diuji.

Jejak Pendidikan Tinggi Luar Negeri

Akhmad Sodiq menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi di bidang ilmu peternakan. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri untuk memperdalam keilmuan. Gelar master diraih dari Georg-August University di Jerman pada bidang Animal Science.

Pendidikan doktor diselesaikannya di Kassel University Jerman pada bidang yang sama. Latar belakang pendidikannya sangat kuat. Reputasi ilmiahnya dibangun bertahun-tahun.

Deretan Penghargaan dan Prestasi Akademik

Karier akademiknya dihiasi berbagai tanda kehormatan dari pemerintah dan institusi kampus. Dedikasinya di bidang pengajaran sempat diapresiasi lewat berbagai penghargaan resmi.

Berikut daftar prestasi dan penghargaan yang pernah diterima Akhmad Sodiq:

  • Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017.
  • Penerima penghargaan Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
  • Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2009.
  • Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman tahun 2009.
  • Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan.
  • Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman tahun 2006.
  • Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2006.

Rekam jejak akademik tercoreng. Deretan prestasi masa lalu tidak menghindarkannya dari penindakan hukum.

Keaktifan Dalam Berbagai Organisasi Profesi

Di luar kegiatan mengajar, Akhmad Sodiq memegang posisi penting dalam organisasi peternakan. Kiprahnya di dunia peternakan membawanya ke tingkat kepengurusan daerah hingga wilayah provinsi.

Berikut deretan jabatan dalam organisasi profesi yang pernah diduduki:

  • Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia Jawa Tengah.
  • Mantan Ketua Cabang Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia Jawa Tengah 2.
  • Dewan Pakar I Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia.
  • Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa Jawa Tengah.
  • Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.

Jaringan pergaulan yang luas mempermudah komunikasi dengan berbagai pihak. Namun dugaan tindak pidana suap kini mencoreng reputasi pengabdiannya.

Keterlibatan Dalam Organisasi Keagamaan Daerah

Akhmad Sodiq juga tercatat aktif dalam kehidupan sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Banyumas. Ia mengemban amanah pada struktur kepengurusan organisasi kemasyarakatan Islam setempat.

Namanya tercatat sebagai A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas. Ia ikut membina kegiatan kemasyarakatan di tingkat cabang secara aktif.

Ia turut menduduki posisi Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas. Keterlibatan sosialnya sangat luas. Kiprah kemasyarakatannya dikenal luas.

Pemeriksaan Lanjutan di Gedung KPK

Penyidik membawa lima orang terperiksa dari Purwokerto menuju kantor pusat di Jakarta. Rombongan tersebut mencakup pejabat struktural universitas dan pihak rekanan terkait.

Pemeriksaan lanjutan berlangsung di Gedung Merah Putih secara maraton. KPK mendalami alur transaksi uang tunai yang ditemukan di lokasi penangkapan.

Penyidik bertindak sangat tegas. Setiap keterangan saksi dicocokkan dengan barang bukti.

Penegakan Integritas Tata Kelola Kampus

Lembaga antirasuah memiliki batas waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menetapkan status hukum para terperiksa. Penyelidik mengumpulkan bukti tambahan guna menyusun konstruksi perkara yang utuh.

Status hukum segera diputuskan. Publik menantikan rilis resmi penetapan tersangka dari pimpinan komisi antirasuah.

Pemeriksaan berjalan secara intensif. Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola universitas negeri lainnya.

Penangkapan Rektor Unsoed yang terkena OTT KPK menjadi pengingat penting bagi seluruh penyelenggara pendidikan tinggi agar senantiasa menjaga integritas dan transparansi anggaran, sehingga penegakan hukum yang adil dapat memulihkan marwah kampus dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan akademik nasional.