TERKINI24.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal kembali melaju fluktuatif pada perdagangan hari ini, 24 September 2026. Laju pasar saham domestik dibayangi oleh potensi koreksi teknikal setelah mencatatkan lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya.
Sebagai pengingat, IHSG berhasil ditutup menguat tajam 1,56% atau naik 97,87 poin menuju posisi 6.374,91. Penguatan mengesankan tersebut terjadi tak lama setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75%.
Keputusan otoritas moneter tersebut memberikan angin segar bagi para pelaku pasar. Meski demikian, para pemodal diimbau untuk tetap mencermati potensi dinamika jangka pendek yang dapat terjadi di lantai bursa.
Mengukur Potensi Koreksi Terbatas IHSG
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan pandangan terkait prediksi IHSG hari ini. Ia menilai langkah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sudah sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar, sehingga dampak sentimen tersebut cenderung sudah direspons penuh oleh pasar (priced-in).
Untuk sesi perdagangan Kamis, 24 September 2026, Herditya memperkirakan indeks akan mengalami koreksi terbatas. Area support diperkirakan berada di level 6.355, sementara area resistance terdekat berada di posisi 6.387.
Peluang maraknya aksi ambil untung (profit taking) menjadi faktor utama pemicu tekanan. Hal ini tergolong wajar mengingat IHSG telah mengalami penguatan lumayan tinggi pada perdagangan Rabu, 23 September 2026.
Memantau Peluang Lanjutan Technical Rebound
Perspektif lain disampaikan oleh Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana. Ia menilai IHSG sejatinya masih menyimpan peluang untuk melanjutkan tren technical rebound pada perdagangan hari ini.
Hendra menyoroti posisi 6.463 sebagai batas resistance krusial yang harus ditaklukkan indeks dalam jangka pendek. Menurutnya, keberhasilan menembus level tersebut akan menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.
“Jika level tersebut mampu ditembus dengan dukungan volume dan perbaikan breadth pasar, IHSG berpeluang bergerak menuju 6.586,” tutur Hendra dalam analisis terbarunya.
Menyiapkan Skenario Antisipasi Area Support
Sebaliknya, para investor juga perlu mewaspadai skenario bila indeks gagal melampaui level krusial tersebut. Kegagalan menembus batas atas berpotensi membawa IHSG kembali masuk ke fase konsolidasi lanjutan.
Apabila tekanan jual mendominasi, indeks diperkirakan bakal menguji area support berikutnya di kisaran 6.000 hingga 6.035. Keputusan BI menahan suku bunga sejatinya telah memberikan kepastian iklim investasi, namun kecermatan dalam memilih saham berprospek cerah tetap menjadi kunci utama bagi para pemodal.
Dinamika pergerakan indeks yang fluktuatif ini menegaskan pentingnya disiplin dalam menerapkan manajemen risiko investasi. Para pemodal disarankan untuk terus memantau pergerakan volume transaksi serta memanfaatkan momentum koreksi sehat guna melakukan strategi akumulasi bertahap pada saham-saham ber fundamental kokoh.