Pergerakan Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) membawa angin segar bagi para investor saham pada perdagangan awal pekan ini. Investor dapat memanfaatkan momentum penguatan teknikal untuk mengoptimalkan portofolio, terutama pada saham sektor pertambangan dan emiten berbasis komoditas emas.
Sinyal Positif Pasar Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (24/8/2026). Proyeksi tersebut sejalan dengan posisi IHSG yang masih berada di atas MA100 serta penguatan rupiah dan optimisme terhadap prospek ekonomi.
Phintraco Sekuritas menilai indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, meski investor perlu mewaspadai sentimen negatif jangka pendek terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari rebalancing indeks FTSE Global Equity Index.
“IHSG ditutup di atas MA100 serta berpotensi menguji level resistance di 6.630 dan menutup gap di 6.705, didukung oleh penguatan Rupiah dan optimisme akan prospek ekonomi,” kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Senin (24/8/2026).
Katalis Makro Dan Emas
Penguatan IHSG ditopang oleh pergerakan rupiah yang menguat ke kisaran Rp17.694 per dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% serta rencana peningkatan buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang yang mendorong depresiasi dolar AS.
Pertumbuhan likuiditas perekonomian nasional juga menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar keuangan. Data M2 Juli 2026 tumbuh 8,3% YoY menjadi Rp10.371,1 triliun, terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
“Pergerakan indeks mendapat dorongan positif dari penguatan nilai tukar rupiah serta rilis data likuiditas perekonomian (M2) bulan Juli yang tumbuh solid,” lanjut riset tersebut.
Sentimen positif pendukung juga datang langsung dari komoditas pasar emas. Harga emas dunia menguat dan berada di level 4.661,60 per ons troi, sehingga turut memberikan sentimen bagi emiten sektor pertambangan.
Penguatan emas berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian seiring rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Potensi penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz serta keterlibatan Turki setelah serangan Israel ke wilayah Suriah turut memperkeruh situasi.
Konflik Rusia dan Ukraina yang belum mereda juga menambah dinamika ketidakpastian global. Kondisi tersebut dapat menjaga minat investor terhadap saham-saham yang memiliki eksposur besar terhadap emas.
Peluang Dan Level Penting
Phintraco memperkirakan IHSG masih dapat mempertahankan momentum bullish pada perdagangan hari ini. Namun, potensi aksi profit taking perlu diantisipasi karena perdagangan berlangsung dalam pekan pendek.
“IHSG diperkirakan masih dapat mempertahankan pergerakan momentum bullish, meskipun para pelaku investor tetap perlu mengantisipasi potensi aksi profit taking mengingat perdagangan berada dalam pekan pendek ini,” tulis Phintraco Sekuritas.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta juga melihat pergerakan IHSG masih menunjukkan sinyal positif.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil kembali membentuk formasi high terbaru berikutnya apalagi target sebenarnya dari “wave (v) / C” sudah tercapai,” kata Nafan.
Mirae mencatat volume perdagangan mulai mengalami penurunan pada pasar. Mirae menetapkan support IHSG di 6.454 dan 6.406, sedangkan resistance berada di 6.554 dan 6.616 untuk perdagangan hari ini.




