JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengeluarkan imbauan tegas agar massa tidak merusak fasilitas umum saat menggelar aksi demo hari ini di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Ketegasan ini disampaikan menyusul adanya lima gelombang aksi unjuk rasa serempak di sejumlah titik strategis ibu kota yang dikawal ketat oleh 4.264 personel gabungan kepolisian. Pramono mewanti-wanti agar penyampaian aspirasi tersebut mutlak berjalan tertib demi menjaga kenyamanan warga Jakarta.
Gubernur menegaskan bahwa fasilitas umum (fasum) yang tersebar di Jakarta merupakan aset bersama milik seluruh warga. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan anarkis yang merusak sarana publik dipastikan hanya akan merugikan masyarakat luas.
Pramono juga secara khusus meminta komitmen dari setiap koordinator lapangan (korlap) aksi untuk menjaga kondusivitas di lima titik konsentrasi massa, yakni kawasan Monas, Gedung DPR/MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, serta Kementerian Keuangan.
Pengamanan Ketat Titik Unjuk Rasa
“Yang paling penting, ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum,” kata Pramono di Jakarta Pusat. Ia menggarisbawahi bahwa meski penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi oleh hukum, pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan kepentingan publik atau merusak fasilitas yang ada.
“Saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum. Itu saja,” tegas Pramono.
Gelombang unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat pada hari tersebut tersebar secara masif di lima titik perlintasan utama, yakni Silang Selatan Monas, Gedung DPR/MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, dan area Kementerian Keuangan.
Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengonfirmasi bahwa rentetan aksi unjuk rasa ini berpotensi memicu kepadatan lalu lintas yang parah di jalur-jalur protokol.
Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas
Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan total di pusat kota, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah skema pengalihan arus lalu lintas yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna jalan:
- Arah Semanggi menuju Monas/Harmoni: Pengendara diarahkan melintasi Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Fachrudin menuju Tanah Abang. Sebaliknya, dari arah Monas menuju Sudirman dapat melalui Jalan Abdul Muis.
- Kawasan Tugu Tani: Untuk menghindari kepadatan di sekitar Tugu Tani, pengendara diimbau memutar arah melalui Jalan Cikini Raya atau Jalan Diponegoro.
- Kawasan DPR/MPR Senayan: Pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Slipi atau Semanggi disarankan untuk memaksimalkan Tol Dalam Kota atau beralih ke Jalan Palmerah Utara dan Jalan Asia Afrika.
- Kawasan Pasar Baru/Lapangan Banteng: Kendaraan yang melintas menuju Pasar Baru, Gunung Sahari, atau Kemayoran, sebaiknya menghindari ruas jalan di depan Kementerian Keuangan dan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Industri atau Jalan Benyamin Sueb.