Manajemen klub Persija secara resmi mendatangkan penyerang tengah asal Swedia, Alexander Jeremejeff, guna mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Pemain berusia 32 tahun tersebut telah menandatangani kesepakatan kontrak berdurasi dua musim bersama tim ibu kota.
Langkah perekrutan ini diambil jajaran manajemen guna merespons kekosongan posisi ujung tombak pasca hengkangnya Maxwell. Persija kini memiliki penyerang bertubuh 192 sentimeter yang memiliki profil senegara dengan ujung tombak ternama Eropa, Viktor Gyokeres. Kehadirannya diharapkan langsung memberi dampak instan pada skema serangan tim di lapangan.
Solusi Ketajaman Ujung Tombak Tim
Pelatih kepala Persija, Shin Tae-yong, menaruh ekspektasi tinggi terhadap kedatangan striker berkebangsaan Swedia tersebut. Sang pelatih menilai rekrutan baru ini memiliki kualifikasi teknis yang sejalan dengan kebutuhan taktik skuad Macan Kemayoran.
Shin Tae-yong menyebut sang pemain bisa menjadi jawaban atas keraguan publik terhadap daya gedor timnya. “Dia adalah seorang striker yang cukup bagus. Saya rasa dengan hadirnya Alex, masalah di posisi striker yang ditanyakan oleh para pendukung kami dapat teratasi,” kata Shin dalam laman resmi klub, Jumat.
Tugas berat menanti sang striker baru mengingat ia diproyeksikan mengisi peran Maxwell yang tampil tajam musim lalu. Pendahulunya tersebut sukses mencatatkan 16 gol dan menjadi andalan utama sektor penyerangan sepanjang kompetisi bergulir.
Tuntutan tersebut cukup beralasan berdasarkan data statistik produktivitas gol tim pada edisi sebelumnya. Persija menempati urutan ketiga sebagai tim paling produktif lewat torehan 65 gol, terpaut dari Borneo FC dengan 74 gol dan Malut United yang mencetak 68 gol.
Rekam Jejak Kompetisi Elite Eropa
Alexander Jeremejeff datang ke Asia Tenggara dengan membawa pengalaman panjang merumput di berbagai liga Benua Biru. Karier profesionalnya bermula bersama klub Swedia, Orgryte, pada tahun 2012 sebelum malang melintang ke berbagai tim papan atas.
Fakta statistik menunjukkan ia pernah membela Qviding FIF, Hacken, Malmo, Dynamo Dresden, hingga FC Twente. Perjalanannya berlanjut ke Liga Yunani dengan memperkuat tim-tim besar seperti Panathinaikos, Levadiakos, dan PAOK.
Jam terbang pada level atas Eropa meliputi partisipasi pada Kualifikasi Liga Europa UEFA serta putaran final Liga Europa UEFA. Pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat benua biru ini menjadi modal berharga untuk beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Asia.
Puncak ketajamannya terbukti saat berseragam Hacken, di mana ia merengkuh gelar pencetak gol terbanyak Liga Swedia musim 2021/2022 lewat torehan 22 gol. Kualitasnya pada tingkat domestik membuatnya sejajar dengan barisan penyerang tajam Swedia lainnya seperti Viktor Gyokeres dalam hal insting membobol gawang lawan.
Koleksi Gelar dan Antusiasme Pemain
Koleksi trofi melengkapi portofolio kompetitif sang pemain sebelum mendarat di Jakarta. Ia tercatat pernah menjuarai Liga Swedia pada edisi 2016, 2017, dan 2022, lalu Piala Swedia 2016 dan 2019, hingga memenangkan gelar juara Liga Yunani tahun 2024.
Penampilan konsisten pada tingkat klub turut mengantarkannya menembus skuad elit internasional negara asalnya. Ia sempat memperoleh panggilan resmi untuk membela Timnas Swedia pada tahun 2019, sebuah pencapaian yang membuktikan rekam jejaknya berskala internasional.
Kini, sang penyerang tengah bersiap memulai lembaran baru karier sepak bolanya di kompetisi sepak bola Indonesia. Adaptasi cepat terhadap taktik Shin Tae-yong menjadi fokus utama sebelum jadwal laga resmi digulirkan oleh pihak operator liga.
Sang pemain mengaku telah memantau reputasi besar klub barunya sebelum menyepakati tawaran kontrak kerja sama. “Saya merasa baik dan sangat antusias saat ini. Saya sudah tahu tentang Persija sebelumnya,” ujar Jeremejeff.




