Persiapan OMI Kemenag 2026 Dimulai Lewat Sosialisasi Alur Seleksi Madrasah

Kemenag Cirebon menggelar sosialisasi teknis OMI Kemenag 2026 untuk memantapkan persiapan madrasah menghadapi ajang nasional.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon memaksimalkan persiapan satuan pendidikan madrasah dalam menghadapi ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi dan pendampingan teknis secara daring untuk memastikan seluruh mekanisme kompetisi dipahami dengan jelas oleh pihak sekolah.

Sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi setiap pengelola madrasah untuk menyelaraskan kesiapan infrastruktur dan administrasi. Langkah awal ini memberi kepastian jadwal serta teknis pelaksanaan, sehingga madrasah dapat menyiapkan para siswa secara terarah sejak tahap awal seleksi.

Melalui koordinasi intensif ini, para pengelola madrasah diharapkan langsung bergerak cepat membentuk tim internal. Kesiapan sarana pendukung seperti komputer dan jaringan internet menjadi perhatian utama demi menghindarkan siswa dari kendala teknis saat ujian berlangsung.

Tahapan Seleksi Bidang Sains

Bidang Sains OMI Kemenag 2026 menerapkan mekanisme seleksi berjenjang berbasis komputer yang dimulai dari tingkat satuan pendidikan. Tahap seleksi di tingkat madrasah telah berjalan pada 22 – 26 Agustus 2026 sebagai penyaringan awal sebelum masuk ke tingkat kabupaten.

Pendaftaran tingkat Kabupaten/Kota dibuka pada 27 Agustus – 2 September 2026, dilanjutkan dengan uji coba sistem berbasis komputer pada 4 – 5 September 2026. Pelaksanaan ujian tingkat Kabupaten/Kota bakal berlangsung serentak pada 7 – 8 September 2026.

Mengenai mekanisme ini, Person in Charge (PIC) OMI Kabupaten Cirebon, Gojali Mubarok memberikan penjelasan secara rinci.

“Layanan informasi yang komprehensif ini kami berikan agar seluruh komite di tingkat madrasah memiliki pemahaman yang sama terkait alur, linimasa, hingga syarat-syarat teknis OMI 2026,” terang Gojali Mubarok saat memulai paparan materi.

Siswa yang lolos seleksi kabupaten akan melaju ke tingkat Provinsi pada 5 – 6 Oktober 2026. Puncak ajang kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada OMI Nasional tanggal 10 – 11 November 2026.

Soal pada kategori ini dirancang khusus dengan menggabungkan materi ilmu pengetahuan murni dan integrasi teknologi. Gojali Mubarok memaparkan keunggulan materi ujian yang akan dihadapi para peserta tahun ini.

“Peserta yang lolos akan melangkah ke tingkat Provinsi pada 5 – 6 Oktober 2026, hingga puncaknya pada OMI Nasional pada 10 – 11 November 2026. Salah satu keunggulan soal sains OMI tahun ini adalah memadukan konsep ilmu pengetahuan murni dengan nilai-nilai keislaman, integrasi teknologi mutakhir, kearifan lokal, serta Kurikulum Berbasis Cinta,” jelas Gojali.

Ketentuan dan Alur Kategori Riset

Selain Bidang Sains, OMI Kemenag 2026 membuka Bidang Riset untuk jenjang MTs dan MA yang berfokus pada inovasi serta pembuatan karya ilmiah. Bidang ini mencakup tiga kategori utama, yaitu Ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.

Proses pendaftaran dan pengunggahan proposal karya ilmiah telah dibuka sejak 22 Agustus hingga 2 September 2026. Dewan juri akan memilih 30 proposal terbaik dari setiap kategori untuk maju ke tahap presentasi daring pada 9 – 11 September 2026.

Gojali Mubarok membeberkan tahapan yang harus dilalui para peserta Bidang Riset hingga babak akhir.

“Untuk Bidang Riset, pendaftaran dan unggah proposal dibuka sejak 22 Agustus hingga 2 September 2026. Tim juri akan menyaring 30 proposal terbaik per kategori untuk maju ke tahap presentasi proposal daring pada 9 – 11 September. Setelah melewati masa pembimbingan dan pelaksanaan riset, peserta terpilih akan mempresentasikan hasil akhir dan memamerkan posternya pada Expo Grand Final November mendatang,” tambahnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Jajang Badruzaman, mengingatkan pentingnya ketelitian dalam mempersiapkan berkas dan sarana fisik.

“Pemaparan teknis yang rinci dari PIC OMI menjadi acuan kerja bagi seluruh kepala madrasah. Kami berharap setiap satuan pendidikan segera membentuk komite internal dan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan agar proses seleksi berjalan lancar tanpa kendala teknis,” imbau Jajang Badruzaman.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas persiapan perangkat komputer, sistem pendaftaran, serta tata cara pembimbingan siswa. Kemenag Kabupaten Cirebon optimistis seluruh madrasah siap memfasilitasi siswa berprestasi secara maksimal menuju tingkat nasional.