Penyebab Muktamar NU 2026 Ricuh Terkait Masa Jeda Jabatan Politik Ketum

Penyebab Muktamar NU 2026 Ricuh akibat perdebatan aturan masa jeda mantan pejabat politik bagi calon Ketum PBNU di Jombang.

Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Gedung Serbaguna Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur berujung ricuh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Massa pendukung salah satu calon terlibat aksi saling dorong hingga kontak fisik dengan panitia keamanan di depan pintu ruang sidang.

Aksi penolakan meluap setelah forum membahas aturan ketat terkait syarat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Aturan tersebut mewajibkan calon pengurus untuk menjalani masa jeda dari jabatan politik.

Ketegangan ini memicu perusakan fasilitas di sekitar lokasi persidangan. Akibatnya, pimpinan sidang terpaksa menghentikan sementara jalannya musyawarah hingga situasi kembali kondusif.

Aturan Masa Jeda Pejabat Politik

Perdebatan mengenai tata tertib pencalonan pimpinan menjadi pemicu utama ketegangan di dalam arena muktamar. Aturan perkumpulan NU menetapkan mantan pejabat politik wajib menunggu satu tahun setelah berhenti dari partai.

Sejumlah pihak mendorong agar aturan masa tunggu tersebut dihapus atau dipangkas menjadi enam bulan saja. Perubahan ini dinilai penting untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua kader potensial.

Ketentuan satu tahun tersebut mengganjal langkah beberapa tokoh yang ingin bertarung dalam bursa pemilihan. Salah satu nama yang terkena dampak aturan ini adalah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Gus Yusuf tercatat baru saja melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026. Hal tersebut membuat posisinya belum memenuhi syarat masa tunggu yang ditetapkan organisasi.

Aksi Saling Dorong Pintu Ruang Sidang

Massa simpatisan mendatangi lokasi dan mencoba menerobos masuk ke dalam Ruang Sidang Pleno IV. Petugas keamanan lokal yang berjaga di depan pintu berusaha keras menahan gelombang tekanan massa.

Aksi saling dorong antar kelompok tak terhindarkan hingga berubah menjadi gesekan fisik di lokasi. Suasana di luar ruangan tegang karena orator terus membakar semangat massa.

Kerusakan fasilitas juga terjadi di sisi timur area tempat acara berlangsung. Sebuah spanduk resmi muktamar dilaporkan robek akibat terseret pusaran massa yang mencoba merangsek maju.

Pembekuan Sementara Forum Sidang Pleno

Musyawarah penetapan tata tertib gagal mencapai titik temu karena perbedaan pandangan yang tajam. Pimpinan forum akhirnya mengambil keputusan untuk menunda dan mengskors persidangan.

Hingga pukul 13.15 WIB, proses sidang belum memperlihatkan tanda-tanda akan berlanjut kembali. Penjagaan ketat terus diberlakukan oleh petugas keamanan di sekitar area utama.

Massa pendukung terus bertahan dan menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di area luar gedung. Aksi ini menarik perhatian peserta dari berbagai wilayah yang hadir di Jombang.

Kilas Balik Pembukaan Muktamar ke-35

Rangkaian kegiatan muktamar ini telah dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8/2026). Pembukaan berlangsung di Lapangan Untung Surapati Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Acara akbar lima tahunan ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”. Presiden Prabowo menyempatkan hadir menabuh bedug sebagai tanda dimulainya agenda utama.

Dalam pidatonya, Presiden mengapresiasi sejarah panjang organisasi keagamaan ini dalam mengawal kemerdekaan Indonesia. “Ini kehormatan besar bagi saya, Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Data Partisipasi Peserta Muktamar NU

Berikut adalah rincian data keikutsertaan elemen organisasi dalam Muktamar ke-35 NU:

  • Pengurus Wilayah (PWNU): 38 perwakilan dari seluruh provinsi.
  • Pengurus Cabang (PCNU): Lebih dari 550 perwakilan tingkat kabupaten/kota.
  • Pengurus Cabang Istimewa (PCINU): 33 perwakilan dari luar negeri.
  • Penggembira (Romlah): Lebih dari 50.000 warga yang memadati arena kegiatan di Jombang.

Kehadiran puluhan ribu warga penggembira membuktikan daya tarik forum tertinggi NU bagi masyarakat luas. Mereka datang menggunakan pelbagai sarana transportasi darat, laut, hingga udara dari penjuru daerah.