Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (6/8/2026) ditutup di zona merah usai kehilangan 0,12% di posisi 6.343. Amblasnya saham-saham berbobot besar jadi sebab, terutama saham Bank BCA (BBCA) dan saham Telkom Indonesia (TLKM), hingga diperberat lagi oleh saham VKTR.
Sepanjang perdagangan IHSG terus-menerus terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Rentang perdagangan terjadi pada area level 6.388 sampai dengan terendah 6.324.
Phintraco Sekuritas mengutip bahwa pelemahan IHSG turut disebabkan oleh arah teknikal yang mengalami pullback minor pada penutupan perdagangan Kamis siang. Tekanan teknikal ini memicu penurunan indeks secara menyeluruh di bursa saham nasional.
Dari sisi fundamental, Panin Sekuritas melansir bahwa pasar tengah bersikap wait-and-see menjelang keputusan bulanan MSCI mencakup daftar penambahan dan penghapusan konstituen Indeks pada 12 Agustus 2026. Pelaku pasar juga menantikan Pidato Kenegaraan Presiden RI sekaligus Sidang Paripurna RUU APBN dan Nota Keuangan 2027 pada 14 Agustus 2026.
Perhatian penting lain yang menjadi sentimen pemberat pasar datang dari ranah kebijakan moneter nasional. Presiden Prabowo Subianto bakal mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menjadi pengganti definitif Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada minggu ini.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan kepastian tersebut terkait agenda penetapan pimpinan bank sentral. “Insya Allah minggu ini. Minggu ini diputuskan,” kata politikus Partai Gerindra tersebut, mengutip Kamis (6/8/2026).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp18,18 triliun dari sejumlah 54,9 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi transaksi tercatat menyentuh angka 2,67 juta kali diperjualbelikan oleh investor.
Pergerakan saham mencatat hanya ada penguatan 265 saham, sementara 337 saham mengalami penurunan, dan 192 saham sisanya bergerak stagnan. Saham sektor properti, kesehatan, serta teknologi tertekan masing-masing 0,69%, 0,48%, dan 0,39%.
Pelemahan IHSG berakar dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap pergerakan indeks. Sepuluh saham utama penekan pergerakan indeks meliputi:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 5,56 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 4,62 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengurangi 2,37 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengurangi 1,89 poin
- PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,85 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 1,64 poin
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengurangi 1,33 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 0,98 poin