Terkini24.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali mengangkat topik seputar ijazah Jokowi jenjang sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program podcast milik pakar komunikasi politik Hendri Satriyo.
Sesi diskusi bermula saat Hendri Satriyo melontarkan pertanyaan secara langsung mengenai keberadaan dokumen kelulusan milik mantan Kepala Negara tersebut. Hendri bertanya, “Menurut lo ada enggak dia punya ijazah?” untuk menggali pandangan Rocky.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Rocky memberikan jawaban singkat yang memicu perhatian publik. Ia menegaskan, “Punya, ijazahnya asli tapi orangnya yang palsu” sebagai bentuk kritik terhadap sikap politik figur terkait.
Menurut penilaian Rocky, seorang tokoh yang pernah menduduki posisi pimpinan tertinggi negara idealnya memegang standar moral yang tinggi. Sikap bijak serta keberanian mengambil risiko moral menjadi hal mendasar yang sepatutnya ditunjukkan kepada publik secara terbuka.
Ia menambahkan bahwa seseorang yang telah bertransformasi menjadi figur berintegritas bakal bersedia menjawab pertanyaan publik tanpa keraguan. Dalam konteks ini, figur tersebut seharusnya siap menyatakan “Oke, lu mau tanya apa?” saat dihadapkan pada pertanyaan masyarakat.
Rocky menilai mantan Presiden Jokowi justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya dengan tetap bersikap bak seorang politisi pragmatis. Respons yang diberikan dianggap kerap berorientasi pada pertimbangan kepentingan pribadi ketimbang panggilan moral.
Kritikan tajam tersebut berlanjut saat Rocky membandingkan posisi ideal seorang mantan pejabat dengan realitas tindakan yang ditampilkan. Ia mengungkapkan,
“Harusnya gue akan menjawab berdasarkan moral call gue, itu karena gue udah bukan lagi presiden. Kalau gua masih presiden, gua akan zigzag. Jadi Jokowi masih menganggap dia presiden atau masih politisi.
Menurut pandangannya, masyarakat luas sejatinya mengharapkan figur purna tugas dapat menempatkan diri pada derajat kedewasaan sikap yang lebih tinggi. Kejelasan jawaban tanpa keraguan menjadi ekspektasi utama publik terhadap pimpinan yang sudah selesai bertugas di pemerintahan.
Menutup argumentasinya, Rocky menekankan pentingnya ketegasan dalam menyampaikan kebenaran secara transparan.
Ia menyampaikan, “Padahal orang anggap dia sudah sudah seharusnya di level seorang pertapa. Kalau seorang pertapa dia harus jawab yang hitam atau putih. Enggak boleh abu-abu” sebagai penjelas atas kritik moralnya.