Pedro Acosta ke Ducati Menghadirkan Tantangan Baru Bersama Marc Marquez

Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati membuka babak baru kariernya di MotoGP dengan target adaptasi bertahap bersama Marc Marquez.

Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati membuka lembaran persaingan baru pada kejuaraan dunia MotoGP. Pembalap muda asal Spanyol tersebut kini bersiap menempati garasi tim pabrikan bersama Marc Marquez untuk mengarungi musim balap mendatang.

Pembalap berusia 22 tahun ini memilih pendekatan realistis tanpa terbebani ekspektasi instan saat berbagi garasi dengan sang juara dunia delapan kali. Perbedaan fase karier menjadi landasan utama Acosta dalam menyusun target adaptasi bersama tim asal Italia tersebut.

Uji Coba Perdana Menunggangi Desmosedici

Sesi uji coba resmi pada 1 Desember mendatang menjadi kesempatan pertama bagi Acosta menjajal motor Desmosedici. Agenda pengetesan ini berlangsung hanya dua hari setelah seri penutup musim balap berakhir.

Momen pengujian lintasan tersebut sekaligus menyudahi kebersamaan panjang sang pembalap bersama pabrikan asal Austria, KTM. Acosta menyadari tantangan teknis serta kultur kerja baru telah menunggunya di Bologna.

Pembalap kelahiran Mei 2004 ini menolak memikul tekanan berlebih saat harus bersanding dengan pembalap senior sekelas Marquez. Acosta memandang dinamika tersebut sebagai proses alami dalam jenjang karier seorang atlet profesional.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya temui di garasi itu, tetapi saya tidak merasa tertekan. Marc berada di penghujung kariernya, sedangkan saya baru saja memulainya,” ujar Acosta.

Rekam Jejak Prestasi Menuju Garasi Pabrikan

Keputusan meninggalkan pabrikan sebelumnya diambil setelah Acosta mempertimbangkan peluang merebut gelar juara dunia kelas utama. Ambisi meraih mahkota tertinggi bersama pabrikan lamanya dinilai sulit terwujud dalam jangka pendek maupun menengah.

Selama enam tahun bernaung di bawah bendera KTM, pembalap berjuluk Si Bocah Ajaib berhasil menorehkan sederet pencapaian gemilang. Rekam jejak tersebut membuktikan konsistensi performanya di berbagai kelas kejuaraan dunia.

Berikut rincian catatan statistik prestasi balap Pedro Acosta:

  • 2 gelar juara dunia Moto3 pada musim 2021 dan 2023
  • 1 gelar juara dunia Moto2 pada musim 2023
  • 13 raihan podium di kelas utama MotoGP
  • 2 kali meraih pole position
  • 3 kali mencatatkan fastest lap balapan

Catatan prestasi tersebut menempatkan Acosta sebagai pembalap dengan performa paling menonjol dibanding rekan-rekannya di tim sebelumnya. Torehan positif ini meyakinkan manajemen pabrikan Italia untuk merekrutnya ke skuad utama.

Target Bertahap Kontrak Dua Tahun Balapan

Pabrikan asal Italia tetap memberikan kepercayaan penuh kepada pembalap bernomor 37 meski belum pernah mencicipi kemenangan balapan kelas premier. Kepercayaan besar dari tim yang mendominasi lima gelar juara dunia terakhir disambut positif oleh sang pembalap.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ducati karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari proyek mereka, meskipun faktanya saya belum pernah memenangkan balapan MotoGP,” ujar Si Bocah Ajaib.

Acosta menyusun rencana matang dengan membagi durasi kontrak dua tahunnya ke dalam dua tahapan berbeda. Musim pembuka difokuskan untuk menemukan ritme terbaik bersama staf mekanik, sedangkan musim kedua menjadi momen pembuktian prestasi.

“Untungnya, saya akan berada di sana setidaknya selama dua tahun. Jadi, saya punya waktu untuk menemukan ritme saya pada tahun pertama dan melihat apa yang terjadi pada tahun kedua,” ujar pembalap Spanyol itu.

Pendekatan bertahap ini dinilai realistis mengingat posisi Acosta saat ini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan selisih 77 poin dari pimpinan klasemen. Ketertinggalan 37 poin dari Marquez di peringkat keempat turut memotivasi dirinya untuk terus mematangkan kemampuan berkendara secara berkesinambungan.