Terkini24.id – Memasuki tahun ajaran baru, lembaga pendidikan bersiap menyambut murid baru melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Kegiatan ini bertujuan membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi setiap peserta didik.
Pihak sekolah kini memperketat aturan agar orientasi tidak menyimpang dari tujuan pendidikan. Penyelenggara wajib memahami berbagai larangan dalam MPLS Sekolah untuk menghindari tindakan yang merugikan siswa baru.
Aturan Ketat Penyelenggaraan MPLS Ramah
Merujuk pada data yang tertera dalam postingan IG Kemendikdasmen, penyelenggara dilarang keras melakukan praktik perpeloncoan atau bentuk kekerasan lain kepada peserta didik. Hal ini menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan mental serta kenyamanan murid di hari pertama masuk sekolah.

Selain aspek keamanan fisik, pihak sekolah juga harus mematuhi rambu-rambu administratif dan teknis berikut:
- Melakukan segala bentuk pungutan biaya kepada orang tua atau wali murid.
- Memberikan aktivitas yang tidak memiliki relevansi dengan tujuan edukasi MPLS.
- Menggunakan atribut yang tidak bersifat mendidik atau tidak sesuai dengan norma sekolah.
- Melibatkan alumni sebagai penyelenggara kegiatan orientasi di sekolah.
- Melibatkan murid yang tidak memenuhi kriteria sebagai bagian dari kepanitiaan.
Menumbuhkan Budaya Sekolah Positif
MPLS berfungsi sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya sekolah sekaligus menanamkan karakter positif bagi murid baru. Dengan mematuhi aturan tersebut, sekolah dapat memperkuat profil lulusan sejak hari pertama mereka melangkah ke gerbang pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan yang terarah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Fokus utama seluruh rangkaian orientasi harus tetap berorientasi pada pengembangan diri siswa dan pengenalan lingkungan pendidikan secara objektif.
Penerapan aturan yang disiplin selama masa orientasi ini akan menentukan kualitas iklim belajar di sekolah sepanjang tahun ajaran 2026. Kepatuhan terhadap pedoman ini sangat penting guna memastikan transisi murid baru berjalan dengan kondusif dan bebas dari praktik-praktik yang tidak mendidik.