Neymar Dipastikan Absen Lawan Maroko, Carlo Ancelotti Bongkar Skenario Darurat Ini

Neymar
Neymar

Kabar kurang sedap datang buat kamu para pendukung Selecao. Menjelang laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 melawan Maroko, satu pertanyaan besar yang bikin penasaran akhirnya terjawab sudah: Apakah Neymar bakal main?

Sayangnya, mega bintang Brasil itu dipastikan absen dalam laga krusial yang digelar Sabtu malam ini atau Minggu dini hari WIB. Kabar buruk ini dikonfirmasi langsung oleh sang peracik strategi, Carlo Ancelotti, saat melangsungkan konferensi pers.

Don Carletto Pilih Parkir Neymar

Ancelotti membeberkan bahwa sang pemain andalan masih harus fokus menyembuhkan cedera betis yang dialaminya. Juru taktik asal Italia yang baru saja merayakan ulang tahun ke-67 beberapa hari lalu itu menegaskan tidak mau mengambil risiko yang bisa memperparah kondisi jimat timnya.

“Neymar terus bekerja keras untuk pulih secepat mungkin. Harapannya adalah dia sembuh dan dapat bergabung dengan kami pada pekan depan,” kata Carlo Ancelotti, dalam konferensi pers, kemarin.

Meski harus absen di dalam lapangan, kehadiran mantan bintang Santos ini di ruang ganti dinilai tetap krusial untuk mengangkat mentalitas skuad muda Brasil yang butuh figur pemimpin.

“Ketika kami sudah memanggil Neymar, kami memanggilnya bukan hanya karena kualitas Teknik yang dia miliki yang tidak diragukan lagi tapi juga pengalamannya dan contoh yang dapat dia berikan kepada para pemain muda di tim ini,” Carletto menegaskan.

Don Carletto juga sudah menyiapkan skenario terbaik untuk proses comeback sang penyerang. Jika pemulihannya lancar, Neymar diproyeksikan baru akan turun sebagai pemain pengganti di laga kedua kontra Haiti, sebelum dipasang sebagai starting XI di laga pamungkas grup melawan Skotlandia.

Badai Cedera Paksa Rombak Skuad

Masalah fisik tampaknya benar-benar menjadi ujian berat bagi Brasil menjelang turnamen akbar ini dimulai. Sebelum kehilangan Neymar di laga perdana, Ancelotti sudah dibuat pusing karena harus mencoret Wesley secara mendadak dari skuad.

Bek andalan AS Roma tersebut mengalami cedera serius saat melakoni laga uji coba kontra Mesir, awal pekan ini. Padahal, Wesley masuk dalam rencana inti taktik jangka panjang yang sedang dibangun oleh Ancelotti.

Sebagai gantinya, posisi yang ditinggalkan Wesley langsung ditambal dengan memanggil bek tangguh Atalanta, Ederson Silva. Kehilangan ini jelas memaksa tim kepelatihan memutar otak lebih keras demi menjaga keseimbangan tim.

Eksperimen Taktik dan Tugas Berat Vini Jr

Absennya beberapa pilar penting membuat Ancelotti mulai berani mematangkan eksperimen taktik barunya. Dalam uji coba terakhir, Brasil kedapatan menjajal skema tiga bek dengan formasi dinamis 3-4-2-1.

Marquinhos diplot sebagai komandan di jantung pertahanan, didampingi oleh Douglas Santos dan Roger Ibanez. Sementara itu, Casemiro dan Bruno Guimaraes bertugas sebagai motor penggerak sekaligus penyeimbang di lini tengah.

Sisi menarik dari formasi ini ada pada sektor sayap, di mana Vinicius Junior dipasang di sisi kiri. Strategi ini otomatis memberikan tugas ekstra yang sangat berat bagi Vini Jr, karena ia dituntut wajib aktif turun ke bawah untuk membantu pertahanan saat digempur oleh pasukan The Atlas Lions.

Untuk urusan menggedor jala lawan, duet Raphinha dan Lucas Paqueta akan menyokong pergerakan Igor Thiago sebagai ujung tombak tunggal. Menarik dinantikan apakah formula eksperimen tanpa Neymar ini mampu menjinakkan perlawanan sengit dari Maroko.