NASA Tayangkan Siaran Langsung Gerhana Matahari Total 2026, Cek Jadwalnya

NASA bakal menggelar siaran langsung gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 yang dapat disaksikan publik melalui platform NASA Live.

WASHINGTON, Terkini24.id – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) siap menyiarkan secara langsung fenomena gerhana matahari total yang akan melintasi Belahan Bumi Utara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Masyarakat dunia kini dapat menyaksikan momen langka ini secara daring tanpa harus berada di jalur lintasan utama.

Fenomena astronomi ini menjadi salah satu peristiwa langit paling dinantikan karena jalur totalitasnya hanya melewati beberapa wilayah daratan terbatas.

Mulai dari Greenland, Islandia, Rusia utara, Samudra Atlantik, hingga Spanyol dan sebagian Portugal akan dilintasi oleh bayangan utama Bulan.

Sementara itu, warga di wilayah Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar Eropa, dan Afrika barat laut hanya bisa melihat gerhana matahari sebagian.

Jadwal Siaran Langsung NASA Live

NASA akan mengudara melalui platform NASA Live dari sejumlah titik pengamatan utama guna menyajikan pemandangan visual terbaik bagi penonton. Siaran interaktif ini tidak hanya menampilkan detik-detik penggelapan langit, tetapi juga menghadirkan para ilmuwan antariksa untuk menjelaskan proses sains yang terjadi. Penonton di seluruh dunia juga berkesempatan mengajukan pertanyaan secara langsung selama tayangan berlangsung.

Berikut adalah jadwal tayangan siaran langsung berdasarkan waktu Eastern (ET):

  • 13.15 ET: NASA mengawali siaran langsung dari lokasi pengamatan.
  • 13.45 ET: Bayangan gerhana matahari total mulai melintasi wilayah Islandia.
  • 14.28 ET: Gerhana matahari total mulai menyapu kawasan Spanyol.

Misi Ilmiah Pengamatan Korona Matahari

Selain menyajikan tayangan visual untuk masyarakat umum, lembaga antariksa ini memanfaatkan momen langka tersebut untuk menjalankan riset ilmiah tingkat tinggi. Tim peneliti dikerahkan untuk menerbangkan pesawat riset khusus berketinggian tinggi jenis WB-57 yang bertugas mengejar bayangan Bulan di sepanjang jalur totalitas.

Melalui penerbangan pesawat WB-57 ini, para ilmuwan memfokuskan perhatian untuk meneliti dinamika korona atau lapisan luar atmosfer Matahari. Pengamatan terperinci dari ketinggian ini sangat penting guna memperdalam pemahaman sains mengenai aktivitas radiasi serta medan magnetik Matahari.

Pelibatan Mahasiswa dan Partisipasi Publik

Riset astronomi ini juga melibatkan generasi muda melalui program National Eclipse Ballooning Project yang menerjunkan mahasiswa dari berbagai universitas di Amerika Serikat. Para mahasiswa dikirim langsung ke Islandia dan Spanyol untuk menerbangkan balon ilmiah khusus sebelum, saat, dan sesudah gerhana terjadi. Pengumpulan data dari balon udara ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan cahaya mendadak terhadap kondisi atmosfer Bumi.

NASA turut mengajak partisipasi aktif publik global dengan membuka saluran pertanyaan melalui jejaring sosial resmi seperti X, Facebook, dan Instagram. Setelah rangkaian pengamatan selesai, dokumen foto beresolusi tinggi akan diunggah ke akun Flickr resmi NASA sesuai dengan kondisi cuaca di lapangan.

Melalui siaran langsung dan serangkaian eksperimen ilmiah ini, NASA tidak hanya membagikan keindahan fenomena antariksa kepada masyarakat global, tetapi juga memperluas wawasan ilmu pengetahuan tentang dinamika Matahari dan dampaknya bagi Bumi.