Gangguan massal berupa akun WhatsApp Diblokir melanda ribuan pemilik nomor ponsel di berbagai penjuru dunia sejak akhir Juni 2026. Sejumlah pemilik akun mendapati akses komunikasi terputus secara mendadak disertai munculnya notifikasi peringatan berbunyi “Akun sedang ditinjau” atau “This account can’t use WhatsApp”.
Kondisi pemutusan sepihak ini memicu kebingungan publik lantaran terjadi tanpa penjelasan rinci mengenai jenis pelanggaran yang dituduhkan. Kejadian ini menimpa pemilik akun percakapan pribadi maupun profil bisnis di berbagai gawai pintar.
Kekeliruan Pemindaian Otomatis Meta
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memaparkan bahwa laporan kendala ini datang serentak dari pengguna platform iPhone maupun Android. Mayoritas pemilik nomor yang terdampak menegaskan tidak pernah menyebarkan pesan massal atau aktivitas yang melanggar ketentuan layanan.
Pihak keamanan menepis dugaan adanya campur tangan regulasi pemerintah atau serangan peretasan massal di balik penonaktifan mendadak ini. Analisis teknis mengindikasikan adanya kekeliruan algoritma perlindungan milik Meta yang salah membaca pola pemakaian wajar sebagai ancaman.
“Diduga dipicu transisi fitur username dan aktivitas perangkat (desktop, logout-login, ganti perangkat),” tulis Alfons dalam unggahannya di Instagram, Selasa (4/8/2026).
Aktivitas keluar masuk akun pada komputer jinjing dan perpindahan gawai dinilai memicu respons sistem keamanan secara keliru. Kekeliruan ini membuat pola pengoperasian biasa dicap sebagai aktivitas mencurigakan.
Pengakuan Manajemen dan Upaya Pemulihan
Pihak Meta mengakui bahwa piranti lunak pengawasan otomatis miliknya memiliki potensi salah membaca riwayat aktivitas akun. Pengembang aplikasi berjanji mempercepat penanganan banding agar jalur percakapan pelanggan dapat berfungsi normal kembali.
“Jika hal itu terjadi, kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar orang bisa kembali berkomunikasi. Kami telah mengambil langkah untuk memulihkan akun yang terdampak,” ujarnya.
Meskipun sebagian besar insiden bermula dari galat sistem, Alfons mengingatkan potensi pembajakan akun tetap ada pada persentase kecil. Akun yang berhasil diambil alih peretas biasanya dimanfaatkan menyebar pesan sampah hingga terdeteksi radar keamanan.
Terkait temuan celah keamanan pada ekstensi Adobe, potensi dampaknya dinilai minim karena berkas penambal celah telah dirilis sejak Juni 2026. Celah digital tersebut lebih mengarah pada risiko penyadapan isi teks dan bukan pengambilalihan kendali nomor secara penuh.
Langkah Penanganan Akun Terkunci
Pengguna yang menghadapi kendala pemutusan akses diminta tetap tenang dan memanfaatkan mekanisme peninjauan resmi di layar aplikasi. Permintaan evaluasi ulang dapat diajukan langsung dengan menekan tombol peninjauan yang membutuhkan waktu tunggu antara 12 hingga 24 jam.
Pemilik nomor dilarang menghapus aplikasi dari memori ponsel atau mendaftarkan ulang nomor yang sama selama proses verifikasi berjalan. Penyediaan sarana komunikasi cadangan seperti SMS atau aplikasi perpesanan lain disarankan sembari menanti pulihnya akses layanan.
Perlindungan Keamanan Tambahan Akun
Pencegahan risiko pembajakan dapat diperkuat dengan mengaktifkan pengaman nomor identifikasi pribadi melalui menu verifikasi dua langkah. Pengguna disarankan memeriksa daftar perangkat yang terhubung secara berkala dan langsung mengeluarkan peramban yang mencurigakan.
Kerahasiaan kode sandi sekali pakai wajib dijaga ketat dari pihak luar yang mengaku sebagai perwakilan resmi pengelola aplikasi. Pengaktifan pencadangan obrolan terenkripsi serta ekspor berkas kontak ke penyimpanan luar membantu menyelamatkan data penting saat kendala teknis terjadi.




