Terkini24.id – Marco Bezzecchi menyatakan kesiapannya untuk kembali turun ke lintasan pada ajang MotoGP Inggris 2026 yang dijadwalkan bergulir di Sirkuit Silverstone. Pembalap Aprilia Racing tersebut tetap memaksakan diri untuk tampil kendati kondisi fisiknya belum pulih secara total setelah mengalami cedera berat.
Jeda musim panas sebelumnya dimanfaatkan oleh pembalap asal Italia itu untuk fokus penuh menjalani rehabilitasi cedera patah tulang selangka. Pembalap berusia 27 tahun itu juga harus menjalani tindakan operasi pada bagian lutut kiri demi memulihkan kebugaran tubuhnya secara bertahap.
Meskipun proses pemulihan berjalan lambat dan tidak sesuai rencana awal, antusiasme tetap ditunjukkan oleh Bezzecchi demi menunggangi motor RS-GP26. Kepastian tampil di Silverstone masih bergantung sepenuhnya pada hasil pemeriksaan kesehatan formal sebelum sesi balapan resmi dimulai.
“Saya senang bisa kembali, tetapi saya perlu menjalani pemeriksaan medis terlebih dahulu agar dinyatakan layak untuk balapan,” ujar Bezzecchi, dikutip dari Crash, Selasa (4/8/2026).
Perjalanan karier Bezzecchi pada awal musim kompetisi sebenarnya menunjukkan tren positif lewat torehan tiga kemenangan beruntun. Tren kemenangan impresif tersebut mencakup pencapaian gemilang saat dirinya sukses menguasai podium tertinggi di Sirkuit Mugello.
Kendati demikian, situasi berubah drastis dalam empat seri terakhir akibat berbagai insiden di lintasan serta hukuman larangan bertanding. Akibat rentetan masalah tersebut, perolehan poin sang pembalap merosot tajam hingga tertinggal jauh di papan klasemen.
Dari total potensi 148 poin pada empat seri sebelumnya, Bezzecchi tercatat hanya mampu mengamankan 13 angka saja. Penurunan performa yang drastis itu membuat posisinya terlempar ke peringkat keempat klasemen sementara musim ini.
Pembalap asal Rimini tersebut kini tertinggal selisih 22 poin dari rekan setimnya sendiri di Aprilia Racing. Rekan setimnya, Jorge Martin, kokoh memimpin klasemen dengan mengumpulkan total 208 poin hingga paruh musim ini.
Seri balapan di Silverstone menjadi momentum kebangkitan bagi Bezzecchi guna memperbaiki posisi di perebutan gelar juara dunia. Kehadirannya di lintasan diharapkan mampu mendongkrak kembali daya saing tim pabrikan Aprilia Racing.
Semangat besar dikobarkan oleh sang pembalap meskipun ia menyadari level kebugarannya belum mencapai titik optimal seratus persen. Tekad kuat tersebut diyakini mampu menutupi kekurangan fisik demi hasil maksimal di Inggris.