Manuver Saham BUMI Beli Perusahaan Tambang Australia Senilai Rp1,004 Triliun

Saham BUMI menjadi perhatian setelah anak usahanya menuntaskan akuisisi 100 persen saham Loyal Metals senilai Rp1,004 triliun.

PT Bumi Resources Tbk dengan kode saham BUMI resmi menuntaskan pengambilalihan seluruh saham milik perusahaan asal Australia, Loyal Metals Ltd, pada 4 September 2026. Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usahanya yang beroperasi di Australia, yaitu Bumi Resources Australia Pty Ltd.

Transaksi bernilai triliunan rupiah ini menandai langkah ekspansi bisnis yang kian agresif di pasar internasional. Pembeli mengambil alih seluruh modal yang telah disetor penuh, sehingga target kini resmi beroperasi penuh di bawah kendali grup usaha tersebut.

Bagi para investor dan pemegang saham BUMI, langkah besar ini memberi sinyal penguatan portofolio aset di luar negeri. Kepemilikan penuh atas perusahaan target berpotensi memperkuat fundamental keuangan serta menambah daya tarik bagi pergerakan harga instrumen investasi ini di bursa.

Rincian Nilai Transaksi Raksasa

Berdasarkan laporan resmi di Bursa Efek Indonesia, transaksi pengambilalihan ini melibatkan 175.710.515 lembar saham. Angka tersebut mencakup 100 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh Loyal Metals Ltd.

Nilai total pengambilalihan ini mencapai Rp1.004.742.244.136,50 atau setara dengan AUD79.069.731,75. Dana jumbo tersebut dikeluarkan untuk mengamankan penguasaan penuh atas aset baru di Negeri Kanguru.

Penguasaan Penuh Anak Usaha

Melalui penyelesaian transaksi pada awal September 2026 ini, peta kepemilikan struktur entitas anak resmi berubah secara total. Perusahaan sasaran tidak lagi berdiri sebagai entitas independen di bursa Australia.

Bumi Resources Australia Pty Ltd yang didirikan berdasarkan hukum Australia kini menjadi pemilik tunggal atas seluruh saham tersebut. Struktur baru ini mempermudah integrasi operasional dan konsolidasi laporan keuangan ke induk usaha.

Dampak Langsung Kepada Investor

Aksi akuisisi bernilai fantastis ini membawa angin segar bagi para pemegang ekuitas di pasar modal. Penambahan aset bernilai triliunan rupiah secara otomatis memperbesar basis operasional yang dimiliki oleh grup.

Langkah ini juga membuka peluang diversifikasi pendapatan baru yang dapat menyokong kinerja keuangan jangka panjang. Efisiensi manajemen dan ekspansi wilayah operasional diproyeksikan memberi dampak positif bagi nilai perusahaan di mata pelaku pasar.