Mantan Pelatih Persija Iwan Setiawan Meninggal Dunia di Usia Muda

Iwan Setiawan mantan pelatih Persija dan kapten Timnas U-19 meninggal dunia pada Kamis pagi di tengah kabar duka sepak bola nasional.

Dunia sepak bola Indonesia berduka setelah mantan kapten Timnas Indonesia U-19, Iwan Setiawan, meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026) pagi. Sosok yang dikenal lewat polesan taktiknya di berbagai klub Tanah Air ini mengembuskan napas terakhir usai melatih banyak tim lokal.

Kabar duka ini mengejutkan publik olahraga nasional yang mengenalnya sebagai juru taktik kawakan. Rekam jejaknya terbentang luas mulai dari menjadi pemain junior Garuda hingga dipercaya menukangi tim nasional senior maupun klub papan atas.

Kepergian sang pelatih menyisakan kenangan mendalam bagi para pemain generasi muda yang pernah merasakan arahannya. Publik sepak bola Tanah Air kini kehilangan salah satu figur pelatih lokal paling berpengalaman.

Jejak Karier dari Lapangan Hijau

Iwan mengawali kiprahnya sebagai pesepak bola berbakat sebelum akhirnya memilih berdiri di pinggir lapangan. Ia berhasil menembus skuad Timnas Indonesia U-16 dan U-19 pada era 1980-an silam.

Kepemimpinannya terlihat kuat saat dipercaya mengemban tugas sebagai kapten Timnas Indonesia U-19. Ia berjuang bersama nama-nama tenar seperti Noah Meriem hingga Frans Sinatra Huwae.

Karier bermainnya di level senior sempat diwarnai kepindahan ke klub besar macam Pelita Jaya, Arseto, dan Persija. Cedera parah memaksa dirinya gantung sepatu lebih awal sebelum mencapai puncak kejayaan.

Perjalanan Panjang Menjadi Juru Taktik

Usai pensiun sebagai pemain, Iwan memutuskan mengambil lisensi kepelatihan resmi AFC demi melanjutkan gairahnya. Ia mengawali karier racik taktik dengan membesut tim junior Persija pada tahun 1997.

Kepercayaan kepadanya terus meningkat hingga ditunjuk menukangi Timnas Indonesia U-23 pada musim 2004. Kariernya berlanjut ke berbagai klub daerah seperti Persikabo, Persijatim Solo, Persekaba, hingga PSBL Langsa.

Iwan kembali dipercaya menangani tim utama Persija Jakarta pada musim 2010/2011 dan 2012/2013. Sederet klub legendaris seperti Persebaya, Borneo FC, Persela, hingga Sriwijaya FC juga pernah merasakan tangannya.

Ciri Khas dan Julukan Unik

Iwan dikenal sebagai sosok pelatih yang selalu berbicara blak-blakan di hadapan media massa. Gaya bicaranya yang tanpa kompromi membuat dirinya sempat dijuluki sebagai Mourinho Indonesia oleh para pencinta sepak bola.

Iwan sendiri mengaku kurang nyaman dengan panggilan tersebut saat masih aktif melatih. Ia menegaskan hanya ingin menjadi diri sendiri tanpa perlu dibandingkan dengan juru taktik asing.

Penampilan Iwan di pinggir lapangan juga sangat khas dan mudah diengenali oleh para penonton. Pilihan baju koko yang sering ia kenakan saat mendampingi tim bertanding menjadi ciri khas utamanya.