BANDUNG — Vokalis grup musik rock legendaris tanah air, Yukie Pas Band, menjalani perawatan intensif di rumah sakit usai mengalami tabrakan lalu lintas di ruas Jalan AH Nasution, kawasan Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung. Insiden tabrakan tersebut menyebabkan sang musisi menderita luka robek pada area kepala hingga memerlukan penanganan bedah darurat.
Informasi perkembangan medis sang vokalis disampaikan langsung oleh rekan satu grupnya, Sandy Andarusman. Tindakan operasi berjalan lancar dan kondisi fisik pria bernama lengkap Yuki Arifin Martawidjaja tersebut kini menunjukkan perkembangan ke arah positif.
Kondisi Kesehatan Pascaoperasi dan Penanganan Medis
Pihak medis mengambil langkah cepat untuk menutup luka robek akibat benturan keras di dalam kendaraan. Tim dokter telah memindahkan sang vokalis dari ruang observasi intensif menuju ruang perawatan rawat inap biasa.
Penanganan luka luar memerlukan tindakan penjahitan medis pada beberapa titik luka di kepala. Rekan satu grup memastikan kondisi tanda-tanda vital sang musisi berada dalam batas aman dan stabil.
“Kondisi sudah stabil pasca-operasi, alhamdulillah,” ujar Sandy Pas Band saat dihubungi awak media belum lama ini.
“Masih (di rumah sakit). Ada luka 10 jahitan. Sudah stabil dan sudah di ruang rawat,” ujar Sandy.
Dugaan Microsleep Pengemudi Lawan Picu Tabrakan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun rekan korban, kecelakaan bermula saat kendaraan lain mendadak hilang kendali di lintasan jalan raya. Mobil tersebut kemudian menghantam kendaraan yang ditumpangi oleh vokalis Pas Band tersebut.
Sopir kendaraan penabrak diduga kuat mengalami fenomena microsleep atau kehilangan kesadaran sesaat akibat kelelahan saat mengemudi. Kondisi tertidur singkat selama beberapa detik kerap membuat pengemudi kehilangan kontrol total atas laju kemudi kendaraan.
Pihak penabrak beserta perwakilan keluarga segera mendatangi pihak korban untuk menyampaikan klarifikasi atas insiden jalan raya tersebut. Kehadiran keluarga pelaku menunjukkan iktikad baik guna menanggung seluruh dampak fisik maupun materiel dari kecelakaan.
“Keluarga penabrak sudah kooperatif, ternyata micro sleep. Sudah meminta maaf dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Penyelesaian Damai Melalui Musyawarah Kekeluargaan
Merespons iktikad baik dari pengemudi penabrak, pihak korban memutuskan untuk menempuh penyelesaian secara musyawarah tanpa membawanya ke proses peradilan pidana. Pihak keluarga korban menilai jalan damai menjadi opsi terbaik mengingat keterbukaan tanggung jawab yang ditunjukkan penabrak sejak awal kejadian.
Komunikasi antara kedua belah pihak berlangsung kooperatif guna menuntaskan beban pertanggungjawaban medis. Hubungan baik antarkeluarga mempermudah proses pemulihan fisik sang musisi tanpa perlu perselisihan hukum berkepanjangan.
“Insya Allah (damai),” ucap Sandy.
Proses istirahat total tengah difokuskan agar vokalis bersuara khas ini dapat pulih sedia kala. Doa dan dukungan moral terus mengalir dari rekan sejawat serta komunitas penikmat musik tanah air demi kelancaran masa pemulihan sang musisi di rumah sakit.




