PANAMA CITY — Amerika Serikat bersama Kolombia membuka ruang pelaksanaan operasi militer gabungan demi menumpas sindikat narkotika dan kelompok bersenjata di kawasan Amerika Latin. Rencana aksi pertahanan bersama ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada pertemuan koalisi Americas Counter-Cartel Coalition di Panama.
Langkah koordinasi pertahanan multinasional ini mempertegas peningkatan eskalasi penegakan hukum bersenjata di jalur distribusi narkotika internasional. Kebijakan keamanan terpadu tersebut disiapkan guna mempercepat pembongkaran infrastruktur logistik kelompok kriminal transnasional.
Sasaran Aksi Gabungan dan Legalitas Target
Pemerintah Kolombia memberikan otorisasi resmi bagi pelaksanaan misi tempur terpadu guna melumpuhkan faksi bersenjata yang terafiliasi dengan peredaran narkotika. Target potensial mencakup kelompok National Liberation Army (ELN) serta sisa-sisa Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).
Ketika ditanya apakah dirinya telah membahas kemungkinan serangan gabungan dengan mitranya dari Kolombia terhadap kelompok bersenjata seperti National Liberation Army (ELN) dan sisa-sisa Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC), Hegseth menjawab, “Ya.”
Hegseth menegaskan keterlibatan aktif tentara Amerika dalam aksi penindakan tersebut memiliki landasan hukum yang jelas. Washington mengidentifikasi kelompok bersenjata tersebut setara dengan organisasi terorisme lintas negara.
“Organisasi teroris yang ditetapkan, bersama pemerintah mitra, akan menjadi target yang sah bagi pemerintah Amerika Serikat,” kata Hegseth ketika ditanya apakah operasi semacam itu diperkirakan akan dilakukan, dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026).
Doktrin Keamanan Baru dan Dukungan Anggaran
Gedung Putih memperluas jangkauan kebijakan luar negeri di kawasan selatan melalui pembaruan doktrin hegemoni wilayah. Hegseth menjuluki pendekatan proteksi kawasan ini sebagai “Donroe Doctrine” yang menempatkan perlindungan benua dari ancaman luar sebagai prioritas utama.
“Kami akan mempertahankan belahan bumi kami dari ancaman eksternal,” kata Hegseth.
Pemerintah Kolombia di bawah kepemimpinan Presiden Abelardo De La Espriella menyambut positif skema pertahanan baru tersebut. Washington menyiapkan paket bantuan pembiayaan sektor keamanan senilai US$1 miliar untuk mendukung agenda penindakan massal di Bogota.
Dalam pidato pelantikannya pada Jumat, De La Espriella berjanji akan “memberantas secara definitif momok tanaman ilegal” dan juga menyatakan komitmennya bergabung dengan program Shield of the Americas yang didirikan Trump.
Penguatan Wilayah Maritim dan Dukungan Regional
Menteri Pertahanan Kolombia Jorge Eduardo Mora menyatakan kesiapan armada militer negaranya mengamankan jalur perairan Pasifik dan Karibia dari pergerakan sindikat penyelundup. Kerja sama pertahanan teranyar ini diproyeksikan melampaui skala kerja sama Plan Colombia yang digagas pada awal dekade 2000-an.
“Saya pikir waktunya telah tiba bagi kartel narkoteroris untuk menghadapi kekuatan dan kemampuan seluruh belahan bumi, yang dipimpin oleh Amerika Serikat,” kata Mora.
Presiden Panama Jose Raul Mulino turut memberikan dukungan terhadap pembentukan koalisi pengamanan perbatasan regional. Mulino menilai sindikat kejahatan terorganisasi menjadi ancaman nyata bagi kedaulatan negara-negara anggota.
“Tidak akan pernah ada perdamaian yang berkelanjutan jika musuh ini (maju),” kata Mulino.




