Keseruan Perayaan Festival Perahu Naga Untuk Memperingati Legenda Doi Truan

Festival Perahu Naga
Festival Perahu Naga

Masyarakat Vietnam merayakan hari raya tradisional Festival Perahu Naga atau yang dikenal sebagai Tet Doan Ngo pada Jumat (19/06). Perayaan yang jatuh setiap hari ke-5 bulan ke-5 kalender lunar ini menjadi momen penting bagi setiap keluarga untuk mengenang leluhur.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan warga untuk berdoa memohon kesehatan, panen melimpah, dan menangkal nasib buruk.

Secara harfiah, nama “Doan Ngo” memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat. Kata “Doan” berarti permulaan, sedangkan kata “Ngo” merujuk pada waktu antara pukul 11.00 pagi hingga 01.00 siang saat matahari mencapai titik tertinggi.

Oleh sebab itu, banyak keluarga memilih waktu tersebut untuk mempersembahkan dupa kepada leluhur dan para dewa.

Legenda Doi Truan dan Ritual Pengusiran Hama

Berbeda dengan tradisi di Tiongkok yang mengacu pada kisah Qu Yuan, perayaan di Vietnam memiliki legenda tersendiri. Kisah rakyat setempat menyebutkan bahwa setelah masa panen selesai, hama serangga tiba-tiba menyerang dan merusak seluruh persediaan makanan warga. Di tengah kekhawatiran tersebut, muncul seorang lelaki tua bernama Doi Truan yang membantu masyarakat setempat.

Doi Truan kemudian membimbing warga untuk melakukan ritual persembahan sederhana berupa kue beras serta buah-buahan. Setelah ritual luar rumah tersebut selesai dilakukan, seluruh hama serangga secara ajaib melemah dan menghilang. Sejak peristiwa itu, tanggal 5 Mei kalender lunar ditetapkan sebagai hari pembasmian serangga dan faktor pengganggu kesehatan.

Masyarakat di berbagai wilayah Vietnam memiliki menu hidangan khas yang wajib disajikan selama perayaan berlangsung. Perbedaan geografis melahirkan ragam kuliner tradisional unik di setiap daerah sebagai bentuk ucapan syukur.

Ragam Kuliner Tradisional di Berbagai Wilayah Vietnam

Karakteristik hidangan perayaan ini terbagi menjadi tiga wilayah utama sesuai kebiasaan setempat. Setiap menu makanan dipercaya memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan tubuh selama musim panas.

Berikut daftar kuliner khas perayaan tersebut:

  • Vietnam Utara: Menyajikan nasi ketan fermentasi pembasmi parasit tubuh, kue beras ketan abu (banh gio), serta buah plum dan leci.
  • Vietnam Tengah: Menyajikan daging bebek peredam panas, bubur millet manis dengan kerupuk beras wijen, dan nasi fermentasi berbentuk persegi.
  • Vietnam Selatan: Menyajikan pangsit Bá Trạng berbentuk kerucut, hidangan penutup bola-bola nasi ketan kuah manis, serta nasi fermentasi bulat.

Pada pagi hari, warga langsung menyantap nasi ketan fermentasi atau buah-buahan asam sesaat setelah bangun tidur. Meskipun kini bersifat simbolis, masyarakat tetap menjaga kelestarian tradisi ini sebagai memori budaya lokal.