Kemensetneg dan Presiden Prabowo Siapkan Rangakaian Agenda HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana

Kemensetneg dan Presiden Prabowo mengumumkan Agenda HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Simak rincian kegiatan dan pendaftaran undangan.

Terkini24.id – Kementerian Sekretariat Negara merilis rangkaian agenda kenegaraan resmi guna menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penetapan seluruh kegiatan ini menjadi acuan utama publik dalam menyimak kesiapan pemerintah mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Pemerintah merancang seluruh agenda perayaan secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Kebijakan ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan sekaligus keterlibatan publik dalam perayaan kemerdekaan nasional.

Peringatan tahun ini juga diwarnai dengan pembukaan akses undangan fisik bagi ribuan warga untuk hadir langsung di Istana Merdeka. Pelibatan tokoh nasional dan mantan pemimpin negara turut menjadi fokus utama dalam susunan acara tahunan ini.

“Perayaan bulan kemerdekaan tahun ini dirancang secara kolaboratif melalui kerja sama berbagai kementerian dan lembaga, serta juga melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya,” ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam Konferensi Pers Bulan Kemerdekaan Tahun 2026 di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Pembuka Rangkaian Doa Bersama

Agenda resmi perayaan diawali dengan pelaksanaan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional Jakarta. Acara keagamaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat negara, tokoh lintas agama, serta jemaah umum dari berbagai daerah.

Pelaksanaan doa bersama tersebut dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf bersama para ulama nasional. Momen ini dirancang sebagai landasan spiritual sebelum memasuki seluruh rangkaian kegiatan resmi kenegaraan.

Pemerintah mengimbau masyarakat luas untuk turut meramaikan kegiatan di Monas tersebut. Kehadiran lintas elemen bangsa dinilai memperkuat nilai persatuan nasional.

“Zikir dan Doa Kebangsaan ini adalah momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan serta kerukunan antarumat beragama,” ungkapnya seraya mengajak masyarakat untuk turut menghadiri kegiatan tersebut.

Kehormatan dan Pidato Presiden

Pemerintah juga menjadwalkan agenda penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan bagi pihak-pihak yang dinilai memberikan pengabdian luar biasa. Penerima penghargaan mencakup individu, kesatuan militer, maupun lembaga pemerintah.

Proses penyaringan penerima penghargaan dilakukan secara akuntabel oleh dewan penilai khusus. Para calon penerima mencakup berbagai latar belakang profesi di seluruh penjuru tanah air.

“Para calon berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer, serta tokoh-tokoh lainnya yang diseleksi secara ketat dan transparan oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” jelasnya.

Agenda dilanjutkan pada pertengahan bulan melalui dua sesi pidato resmi Presiden di hadapan wakil rakyat. Sesi pertama berisi Pidato Kenegaraan, disusul penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2027 beserta Nota Keuangan.

Upacara Utama Istana Merdeka

Puncak peringatan kemerdekaan diselenggarakan melalui Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka. Presiden Prabowo Subianto dipastikan bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam kegiatan bersejarah tersebut.

Pemerintah mengalokasikan kuota khusus sebanyak 8.100 undangan fisik bagi masyarakat umum yang ingin hadir langsung di lokasi. Penyelenggara menerapkan sistem pendaftaran mandiri secara daring untuk memperebutkan akses masuk tersebut.

“Kami harapkan kegiatan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Pusaka pada tanggal 17 ini akan dihadiri oleh setidaknya 8.100 orang sebagai simbol peringatan HUT RI ke-81,” ujar Juri.

Kepala Negara juga mengarahkan panitia untuk menghimpun seluruh mantan presiden dan wakil presiden dalam satu panggung kehormatan. Kehadiran para tokoh bangsa menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan nasional.

“Bapak Presiden memberi arahan bahwa pada peringatan atau Upacara Detik-Detik Proklamasi juga kita mengundang seluruh tokoh bangsa, termasuk para presiden, wakil presiden terdahulu supaya untuk berkenan hadir mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi,” pungkas Juri.

Rincian Agenda Kenegaraan Agustus

Berikut adalah daftar urutan agenda kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia:

  • Sabtu, 1 Agustus 2026: Zikir dan Doa Kebangsaan serta Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
  • Jumat, 14 Agustus 2026: Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Sidang Tahunan MPR RI/DPR RI/DPD RI serta Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI.
  • Sabtu, 15 Agustus 2026: Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
  • Minggu, 17 Agustus 2026: Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

Rangkaian agenda kenegaraan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya khidmat dan bersejarah, tetapi juga inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui perpaduan kegiatan spiritual, penghormatan sejarah, dan keterbukaan akses upacara di Istana Merdeka, Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penguat persatuan nasional menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.