Peristiwa kebakaran lahan hutan pinus melanda kawasan Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kobaran api dilaporkan makin meluas hingga menjalar ke area lahan milik warga sekitar.
Ancaman si jago merah ini membuat warga di sekitar lereng sisi timur merasa khawatir. Pemukiman padat penduduk yang berada di dekat titik api kini berada dalam potensi bahaya.
Berbagai unsur petugas keamanan dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Langkah penanganan darurat terus dilakukan guna memutus jalur penyebaran api yang kian mendekat.
Kebakaran Hutan Pinus Meluas
Kebakaran lahan hutan pinus di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meluas hingga menjalar ke lahan milik warga, Selasa (29/9/2026) malam. Kobaran api mengancam kawasan permukiman di lereng sisi timur yang cukup padat penduduk.
Situasi tersebut memicu respons cepat dari berbagai unsur. Personel Koramil 0805/10 Sine, Polsek Sine, BPBD, relawan, Pejabat Kecamatan sine dan warga bergerak bersama melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat untuk menghentikan laju api agar tidak merembet ke permukiman.
Dua unit mobil pemadam kebakaran turut diterjunkan ke lokasi, masing-masing dari BPBD dan Kodim, untuk memperkuat upaya pemadaman. Penyiapan armada armada pemadam ini bertujuan mempercepat proses penyiraman di titik-titik vital.
Medan Curam Menjadi Kendala
Proses pemadaman di area hutan pinus tidak berjalan dengan mudah bagi para petugas. Kondisi geografis lapangan yang miring serta kegelapan malam hari sangat menyulitkan pergerakan tim pemadam di lokasi.
Medan yang curam serta kondisi malam hari menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, sejumlah pohon pinus yang terbakar juga berpotensi tumbang sehingga membahayakan personel yang berada di sekitar titik api.
Potensi pohon tumbang memicu kewaspadaan ekstra dari seluruh tim pemadam kebakaran. Petugas di lapangan diminta untuk terus saling memantau keselamatan rekan sejawat saat mendekati kobaran api.
Pesan Utamakan Keselamatan Petugas
Pemerintah setempat memberikan arahan tegas mengenai pentingnya kehati-hatian seluruh personel pemadam. Keselamatan jiwa menjadi prioritas paling utama selama proses pengamanan kawasan hutan yang terbakar.
“Semua harus mengutamakan keselamatan dalam upaya pemadaman. Pohon pinus yang terbakar rawan tumbang, sementara kondisi malam hari dan lokasi yang curam juga cukup berbahaya,” kata Camat Sine Agus Dwi Narimo.
Menurutnya, upaya penanganan kebakaran harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas maupun masyarakat. Ia juga meminta warga di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan api kembali membesar.
Kondisi Kobaran Api Mengecil
Sinergi pantang menyerah dari seluruh tim gabungan akhirnya mulai membuahkan hasil positif. Titik-titik api utama yang semula membumbung tinggi secara perlahan berhasil dikendalikan oleh para petugas.
Nyala api terlihat di antara pepohonan saat kebakaran hutan pinus melanda wilayah Desa Sumbersari, Kecamatan Sine, Ngawi, Selasa (29/9/2026) malam. Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman.
Hingga sekitar pukul 22.41 WIB, kobaran api dilaporkan mulai mengecil. Namun, petugas bersama relawan dan warga tetap melakukan pemadaman serta pemantauan di sejumlah titik untuk menganticipasi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.
Imbauan Penggunaan Masker Kesehatan
Dampak asap tebal dari sisa pembakaran hutan dapat memicu masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar. Pemerintah kecamatan meminta warga untuk memproteksi diri dari bahaya paparan asap pembakaran.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama berada di sekitar lokasi kebakaran. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Warga kami harapkan menggunakan masker untuk menjaga kesehatan karena asap dari kebakaran dapat berdampak terhadap pernapasan,” pesannya.
Hingga malam hari, sinergi TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak menjalar ke kawasan permukiman yang berada di sekitar lereng. Petugas juga terus memantau kondisi lapangan mengingat medan yang sulit dan potensi munculnya kembali titik api masih perlu diwaspadai secara berkesinambungan.