Kebakaran Besar Bromo Capai 86 Hektare, Tim Gabungan Terjunkan 150 Personel

Kebakaran besar di kawasan TNBTS meluas ke tiga kabupaten. Tim gabungan terjunkan 150 personel untuk memadamkan api.

Terkini24.id – Kebakaran besar hutan dan lahan yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Peristiwa yang berlangsung sejak Senin (3/8/2026) tersebut kini telah merembet ke tiga wilayah administrasi, yakni Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang.

Sebanyak 150 personel gabungan diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan secara terpadu. Petugas terdiri dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Koramil Sekarpuro, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Proses pemadaman difokuskan secara manual dengan menyisir berbagai titik api yang tersebar di lereng, kaldera, sampai kaki Gunung Bromo. Langkah ini diambil guna menahan pergerakan si jago merah agar tidak menghanguskan vegetasi kering yang melimpah selama musim kemarau.

Wakapolres Probolinggo, Kompol Yanuar Rizal, menyampaikan perihal situasi penanganan di lapangan pada hari ketiga proses pemadaman. Penanganan terus diupayakan bersama seluruh elemen terkait demi melokalisasi kobaran.

“Kami melaksanakan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang sudah memasuki hari ketiga di wilayah TNBTS Bromo, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Balai Besar TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta relawan Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.

Operasi penanganan di area lereng ini membuahkan hasil berupa pemadaman di beberapa lokasi. Kendati demikian, pengerjaan di lapangan tetap memicu tantangan tersendiri bagi ratusan petugas yang bersiaga.

Hembusan angin kencang menjadi kendala utama yang mempercepat rambatan api ke area sekitar. Kondisi medan yang dipenuhi rumput serta semak belukar mengering kian memperburuk potensi penyebaran kebakaran.

“Faktor alam menjadi hambatan utama. Angin yang cukup kencang di kawasan Bromo membuat api cepat merambat sehingga menyulitkan proses pemadaman. Meski begitu, berkat sinergi seluruh pihak, beberapa titik api sudah mulai berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Data sementara mencatat total luasan kawasan yang dilalap api telah menyentuh angka 86 hektare. Angka tersebut diperkirakan masih bisa berubah mengikuti perkembangan pengamatan langsung serta proses pendataan berkala di lapangan.

Petugas gabungan sampai Rabu siang masih memilih bertahan di titik-titik rawan kawasan TNBTS. Langkah siaga dilakukan guna memadamkan sisa api sekaligus mencegah perluasan kebakaran besar ke area lain di sekitar Gunung Bromo.