Jumlah Formasi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 Ada 4.770 Kuota

Pemerintah membuka 4.770 formasi CPNS sekolah kedinasan 2026. Pendaftaran resmi diakses lewat portal SSCASN BKN mulai Agustus 2026.

JAKARTA — Pemerintah resmi mengumumkan penyediaan kuota penerimaan calon aparatur sipil negara melalui jalur pendidikan berikatan dinas. Pendaftaran dibuka secara terbuka untuk seluruh pemuda-pemudi di tanah air yang memenuhi syarat kualifikasi.

Masyarakat yang berminat dapat mengakses portal resmi pendaftaran usai tahapan pengumuman dirilis. Pengisian formulir serta pengunggahan berkas administrasi dilakukan sepenuhnya secara daring.

Kenaikan Kuota dan Pembukaan Portal SSCASN

Penetapan alokasi penerimaan tahun ini mencatatkan kenaikan jumlah kuota jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pemerintah menyediakan total 4.770 formasi nasional yang tersebar di sembilan lembaga negara.

Jumlah tersebut bertambah dari alokasi tahun 2025 yang tercatat sebanyak 3.257 formasi. Pengumuman pembukaan seleksi penerimaan calon siswa baru dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Proses pendaftaran dilaksanakan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) BKN di laman sscasn.bkn.go.id. Pelamar dapat memilih program studi sesuai dengan minat serta persyaratan dari masing-masing lembaga.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meminta para calon peserta menyiapkan kemampuan diri. Penyiapan fisik dan mental menjadi kunci utama menghadapi persaingan.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Rini, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Alokasi Rincian Formasi Sembilan Instansi

Penerimaan tahun ini melibatkan sembilan instansi pemerintah pusat yang menaungi berbagai perguruan tinggi kedinasan. Setiap kementerian dan lembaga menetapkan batas kuota kelulusan bagi para peserta.

Daftar rincian ketersediaan kuota pada masing-masing lembaga meliputi:

  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri): 1.410 formasi
  • 22 Sekolah Kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi
  • Politeknik Keuangan Negara-STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi
  • Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik): 564 formasi
  • Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi
  • Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi
  • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi

Jadwal Pelaksanaan Tes dan Sistem Ujian

Tahapan ujian berlanjut pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang ditargetkan mulai September 2026. Pelaksanaan ujian menerapkan sistem berbasis Komputer atau Computer Assisted Test (CAT).

Materi ujian SKD terbagi ke dalam tiga kelompok penilaian utama. Materi tes meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Penerapan sistem ujian digital ini bertujuan menjaga transparansi serta keadilan nilai bagi seluruh peserta. Penggunaan teknologi memastikan kelulusan murni berdasarkan capaian skor masing-masing.

Menteri Rini menegaskan agar peserta tidak memercayai janji kelulusan dari pihak luar. Kejujuran menjadi landasan awal bagi calon abdi negara.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Menteri Rini.

Tahapan Seleksi Lanjutan dan Harapan Pemerintah

Peserta yang dinyatakan lolos ambang batas nilai SKD berhak melanjutkan ke tahapan tes berikutnya. Rangkaian serta jadwal ujian susulan diatur secara mandiri oleh tiap-tiap akademi.

Dukungan lingkungan keluarga memegang peranan penting dalam menjaga fokus peserta selama masa ujian berlangsung. Orang tua diharapkan memberikan dorongan positif bagi putra-putrinya.

Pemerintah berharap pelaksanaan ujian tahun ini mampu menjaring calon aparatur yang berkualitas tinggi. Penjaringan yang bersih menjadi awal pembentukan birokrasi yang berdedikasi.

“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Menteri Rini.