Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan sesi I hari Kamis, 27/8/2026, di tengah demo yang digelar di sejumlah daerah. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para investor yang memantau dinamika pasar modal di tengah situasi dinamika sosial yang sedang berlangsung.
Pergerakan positif tersebut memberikan dampak psikologis bagi pelaku pasar untuk kembali mengambil posisi beli pada sesi perdagangan siang ini. Investor dapat memanfaatkan momentum pemulihan indeks untuk mengevaluasi kembali portofolio saham harian mereka secara cermat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada sesi ini bergerak dalam rentang 6.376-6.456, sebelum akhirnya ditutup menguat 44,59 poin atau 0,70% ke level 6.450,2. Aktivitas transaksi di pasar saham mencapai 18,22 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,38 triliun serta frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,05 juta kali transaksi.
Rincian Perdagangan Saham
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 466 saham menguat, 145 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Dominasi saham di zona hijau menjadi motor utama penggerak laju indeks hingga jeda siang hari.
Data perdagangan mencerminkan tingginya minat beli dari pelaku pasar meski kondisi eksternal diwarnai oleh berbagai agenda aksi unjuk rasa. Para investor institusi maupun ritel tampak aktif melakukan transaksi di lantai bursa.
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Sementara itu, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis siang. Kondisi mata uang Garuda ini memerlukan perhatian khusus bagi sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 12.01 WIB turun 47 poin atau 0,27% menjadi Rp17.772 per dolar AS. Tekanan kurs ini berjalan beriringan dengan dinamika pasar keuangan domestik yang terus menyesuaikan diri terhadap sentimen global maupun domestik.




