Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan paruh pertama hari ini di zona hijau. Pergerakan IHSG sesi I hari ini berhasil menguat 1,00 persen atau bertambah 62,48 poin ke level 6.330,36 pada pukul 11.59 WIB.
Aksi beli selektif investor mendorong indeks bergerak stabil di atas posisi penutupan sebelumnya. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi pasar modal domestik setelah sempat tertekan pada sesi perdagangan lalu.
Penguatan Indeks dan Statistik Perdagangan Sesi Pertama
Indeks dibuka pada posisi 6.277,76 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 6.272,30. Laju transaksi yang konsisten membawa indeks terus merangkak naik hingga mencapai level tertinggi di posisi 6.336,50.
Pencapaian ini memperlihatkan pemulihan yang cukup solid dibanding penutupan hari sebelumnya di level 6.267,88. Pergerakan positif tersebut menempatkan indeks dalam rentang pergerakan 52 minggu antara level terendah 5.317,91 dan tertinggi 9.174,47.
Sejumlah subindeks utama lain turut merangkak naik mengiringi pergerakan indeks acuan. Indeks LQ45 menguat 0,46 persen, sementara indeks IDX30 mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,14 persen.
Lonjakan Saham Sektor Infrastruktur Menjadi Penopang Utama
Sektor infrastruktur tampil sebagai motor pendorong utama kenaikan indeks sepanjang perdagangan sesi pagi. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin jajaran top gainers setelah melonjak 17,21 persen menuju harga Rp2.520 per lembar.
Penguatan sektor ini kian solid berkat dukungan lonjakan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menghijau 7,85 persen ke Rp3.570. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut melaju dengan kenaikan 7,64 persen ke posisi Rp775 per lembar.
Penguatan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga memberi tambahan amunisi bagi kenaikan sektor infrastruktur. Tekanan di sektor ini hanya terlihat pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,15 persen.
Pergerakan Indeks Syariah dan Saham Tertekan
Kelompok saham berbasis syariah mencatatkan performa memuaskan sepanjang sesi pertama. Indeks Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) melambung 1,35 persen, diikuti Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 0,83 persen.
Meskipun mayoritas sektor menguat, sektor transportasi dan kesehatan harus memarkirkan sahamnya di zona merah. Tekanan jual juga melanda beberapa emiten yang masuk dalam jajaran top losers pasar saham hari ini.
Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) anjlok 5,95 persen ke level Rp79 per lembar. Penurunan ini disusul oleh PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang merosot 4,84 persen ke Rp19.675, serta PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang melemah 4,32 persen ke Rp885 per lembar.




