IHSG Melemah, Bursa Asia Bergerak Variatif Akibat Isu Selat Hormuz

IHSG melemah ke level 6.343 pada Kamis (6/8/2026) saat bursa Asia bergerak variatif menanti kesepakatan Selat Hormuz.

Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah dengan penurunan 0,12 persen ke posisi 6.343 pada Kamis (6/8/2026). Pergerakan bursa saham domestik serta kawasan Asia cenderung bervariasi akibat sikap waspada investor terhadap dinamika politik kawasan Selat Hormuz.

Indeks domestik sempat menyentuh angka tertinggi pada level 6.388 sebelum akhirnya merosot hingga menyentuh titik terendah pada level 6.324. Penurunan tersebut terjadi sepanjang sesi perdagangan pagi hingga menjelang penutupan sore hari di Bursa Efek Indonesia.

Data transaksi perdagangan mencatatkan nilai perputaran uang mencapai Rp18,18 triliun dari 54,9 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Aktivitas perdagangan saham di bursa domestik membukukan frekuensi transaksi sebanyak 2,67 juta kali pergerakan jual beli.

Peta pergerakan saham mencatat sebanyak 265 saham berhasil menguat, sementara 337 saham tercatat mengalami penurunan harga. Sebanyak 192 saham lainnya bertahan pada posisi stagnan tanpa mengalami perubahan harga sampai sesi perdagangan berakhir.

Sejumlah indeks utama bursa Asia justru mencatatkan penguatan di tengah ketidakpastian pasar global. Indeks Straits Times Singapura memimpin kenaikan sebesar 1,03 persen, diikuti Shanghai Composite China yang menguat 0,57 persen, serta SENSEX India yang naik 0,48 persen.

Penguatan juga dialami oleh indeks SETI Thailand sebesar 0,3 persen, KOSDAQ Korea Selatan 0,26 persen, TOPIX Jepang 0,24 persen, dan Shenzhen Composite China 0,06 persen. Pergerakan positif beberapa indeks kawasan memberikan dorongan pada stabilitas pasar regional.

Akan tetapi, beberapa indeks saham utama Asia lain justru mengalami depresi harga yang cukup dalam. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 4,58 persen, Hang Seng Hong Kong merosot 1,49 persen, serta NIKKEI 225 Jepang melorot 0,93 persen.

Pelemahan juga melanda Ho Chi Minh Stock Index Vietnam sebesar 0,66 persen, KLCI Malaysia 0,63 persen, Weighted Index Taiwan 0,48 persen, CSI 300 China 0,15 persen, serta PSEI Filipina 0,13 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya kehati-hatian para pelaku pasar modal kawasan.

Sentimen utama penekan pasar keuangan bersumber dari penantian kesepakatan antara Iran dan Oman terkait operasional jalur pelayaran Selat Hormuz. Negosiasi kedua negara yang berbatasan langsung dengan kawasan maritim tersebut terus berlangsung intensif sejak bulan lalu.

Para investor terus memantau perkembangan diplomatik guna memastikan keamanan jalur distribusi minyak serta komoditas global. Ketidakpastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur pelayaran memicu aksi lepas saham oleh sebagian pelaku pasar.

“Kesepahaman secara prinsip telah tercapai atas hampir seluruh isu yang dibahas, termasuk peta jalur masuk dan keluar lalu lintas maritim,” papar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, kepada Islamic Republic News Agency (IRNA), mengutip Bloomberg News.