Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari Senin (10/8/2026) dengan penurunan 31,25 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.378,39. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan signifikan harga saham penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan anak usahanya.
Para pelaku pasar mencatat pergerakan indeks bursa saham domestik bergerak bervariasi pada rentang 6.372 hingga 6.462 sepanjang pagi hari. Total nilai transaksi mencapai Rp 11,59 triliun dari 32,97 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Pergerakan Indeks dan Transaksi Pasar
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 1.715.381 kali transaksi pada penutupan sesi pertama. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 275 saham mencatatkan kenaikan harga dan 315 saham melemah, sementara 203 saham sisanya bergerak stagnan.
Tekanan pada indeks utama terdorong oleh pelemahan kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar tercatat melorot sebesar 0,77 persen pada akhir sesi pertama.
Sektor Penekan Indeks dan Kondisi Bursa Asia
Penyebab utama penurunan indeks berasal dari melemahnya mayoritas sektor saham di bursa. Sektor barang konsumsi primer menjadi penekan terbesar setelah terkoreksi 0,69 persen, disusul sektor perindustrian yang turun 0,57 persen, sektor teknologi 0,35 persen, sektor infrastruktur 0,1 persen, serta sektor barang konsumsi non-primer 0,04 persen.
Sebaliknya, lima sektor saham berhasil bertahan di zona hijau dan menahan koreksi IHSG lebih dalam. Sektor transportasi melonjak hingga 5,2 persen, diikuti sektor barang baku 0,59 persen, sektor energi 0,16 persen, sektor kesehatan 0,15 persen, dan sektor properti 0,04 persen.
Sementara itu, kawasan regional Asia sebagian besar mencatatkan kinerja positif pada perdagangan hari yang sama. Indeks Shanghai China menguat 0,15 persen, Nikkei Jepang melonjak 1,8 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,69 persen, sedangkan bursa Straits Times Singapura libur.
Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers
Saham BUMN penerbangan GIAA dan anak usahanya GMFI tampil menonjol dalam jajaran penguat tertinggi pasar modal. Lonjakan harga kedua saham tersebut didampingi oleh beberapa emiten lain yang mencetak kenaikan signifikan.
Berikut daftar saham top gainers pada perdagangan sesi I:
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA): Naik 29,63 persen ke Rp70
- PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR): Naik 24,81 persen (ARA) ke Rp332
- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI): Naik 24,07 persen ke Rp67
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK): Naik 22,13 persen ke Rp2.290
- PT SLJ Global Tbk (SULI): Naik 14,44 persen ke Rp103
Di sisi lain, tekanan aksi jual menekan sejumlah saham hingga masuk ke jajaran pelemahan terdalam.
Berikut daftar saham top losers pada perdagangan sesi I:
- PT Voksel Electric Tbk (VOKS): Turun 9,82 persen ke Rp246
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): Turun 5,00 persen ke Rp2.280
- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP): Turun 4,67 persen ke Rp715
- PT Mina Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): Turun 4,05 persen ke Rp71
- PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI): Turun 3,85 persen ke Rp25




