Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil menguat pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (1/9/2026). Pasar modal Indonesia mencatat kenaikan sebesar 39,03 poin atau naik 0,6% hingga membawa indeks hinggap di level 6.564,51.
Pergerakan indeks sepanjang pagi hingga siang bergerak nyaman di zona hijau pada rentang 6.535 hingga 6.586. Kenaikan harga ini langsung memberi gairah segar bagi portofolio para investor lokal. Total transaksi di pasar modal tercatat menembus angka Rp10,21 triliun dengan keterlibatan 28,49 miliar lembar saham.
Gairah pasar yang meningkat membuat 385 saham mencatatkan kenaikan harga secara signifikan. Sementara itu, terdapat 221 saham yang harus mengalami penurunan dan 183 saham lainnya bertahan di posisi stagnan.
Dominasi Sektor Perindustrian dan Energi
Aksi beli investor terbukti merata di berbagai sektor saham unggulan. Sektor perindustrian mencatat lonjakan paling tinggi dengan kenaikan mencapai 2,33%.
Sektor energi menyusul di belakangnya dengan penguatan sebesar 1,36%. Sektor keuangan juga tumbuh 1,14%, sektor transportasi naik 1%, dan sektor kesehatan menguat 0,75%.
Di sisi lain, koreksi tipis melanda sektor infrastruktur sebesar 0,23%. Sektor teknologi turut melorot 0,11% dan sektor barang baku tertekan tipis 0,02%.
Lima Saham Melonjak Hingga ARA
Di tengah tren penguatan indeks, terdapat lima saham yang mencuri perhatian karena melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Harga saham-saham ini melesat melampaui angka 24% dalam setengah hari perdagangan.
Saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menjadi salah satu motor penggerak setelah harganya melesat 25% menuju level Rp1.100 per lembar.
Berikut daftar lima saham yang sukses menembus batas ARA pada perdagangan sesi I:
- PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM): Naik 25% ke posisi Rp1.100
- PT Steady Safe Tbk (SAFE): Melonjak 25% ke posisi Rp875
- PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS): Melesat 25% ke posisi Rp505
- PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP): Menanjak 24,73% ke posisi Rp1.135
- PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA): Naik 24,55% ke posisi Rp274
Kondisi Saham Blue Chip dan Bursa Asia
Kelompok saham unggulan blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 ikut mencatatkan kinerja positif. Indeks saham berkapitalisasi besar ini tercatat melompat sebesar 1,16%.
Arah pergerakan bursa domestik ini berbalik arah dari mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Indeks Nikkei Jepang terpangkas 0,17%, Hang Seng Hong Kong merosot 0,97%, dan Shanghai China turun 0,77%.
Hanya indeks Straits Times Singapura yang berhasil menemani pergerakan IHSG dengan menguat tipis 0,11%.
Nasib Saham Top Losers Hari Ini
Di tengah kemeriahan saham-saham yang naik kelas, beberapa emiten justru harus menelan pil pahit. Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menjadi yang paling terpuruk di deretan top losers.
Harga saham RGAS anjlok parah sebesar 14,55% hingga langsung menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level Rp141 per lembar.




