JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif dan melonjak ke zona hijau setelah penyampaian dua agenda pidato kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pergerakan bursa saham domestik mencatatkan kenaikan 1,16 persen menuju posisi 6.374,65 pada sesi perdagangan sore.
Kondisi ini memberikan sinyal optimisme langsung bagi para pelaku pasar modal dan investor ritel. Kepastian arah kebijakan ekonomi makro serta proyeksi anggaran negara yang dibacakan kepala negara berhasil menopang sentimen beli di lantai bursa.
Rangkaian Pidato Kenegaraan dan RAPBN 2027
Kepala negara tercatat menyampaikan dua agenda pidato utama di hadapan parlemen. Agenda awal dimulai dengan pidato laporan kinerja tahunan di Sidang Tahunan MPR pada pukul 09.50–11.45 WIB.
Agenda berlanjut pada sesi siang pukul 14.30–14.57 WIB melalui penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR RI. Prabowo mengulas arah swasembada pangan dan energi, restrukturisasi BUMN, stabilitas ekonomi, hingga penguatan jaring sosial.
Pemerintah turut memaparkan catatan kerja selama 21 bulan atau 663 hari masa jabatan. Sebanyak 121 kebijakan transformatif telah digulirkan untuk mengerek investasi, pertumbuhan ekonomi, perbaikan kinerja BUMN, penghematan devisa, serta pengawasan ekspor.
Pergerakan dan Reli Penguatan IHSG
IHSG mengawali perdagangan dari titik 6.296,59 dan sempat melemah ke level terendah harian pada posisi 6.267,41. Tekanan jual awal sesi tersebut berhasil dipatahkan saat bursa berbalik arah hingga menyentuh level tertinggi di angka 6.390,90.
Pada pantauan pukul 15.12 WIB, indeks komposit bertengger di level 6.374,65 dengan kenaikan 72,88 poin dari penutupan sebelumnya di 6.301,76. Pergerakan positif ini menegaskan pembalikan arah pasar yang solid setelah sempat tertekan pada sesi pembukaan.
Lonjakan Signifikan Sektor Energi
Sektor energi menjadi motor utama penggerak indeks dengan lonjakan IDX Energy mencapai 2,71 persen ke level 3.141,69. Kenaikan 83,03 poin pada indeks sektoral ini didorong oleh aksi beli masif pada deretan emiten tambang batu bara dan jasa energi.
Bayan Resources memimpin lonjakan tertinggi dengan kenaikan 20 persen ke level 14.400. Kinerja positif disusul Adaro Andalan Indonesia yang naik 3,87 persen ke 9.400, Indika Energy naik 2,80 persen ke 2.570, serta Alamtri Resources Indonesia yang menguat 2,02 persen ke 2.520.
Penguatan berlanjut pada Transcoal Pacific sebesar 1,97 persen ke level 3.630, Petrosea naik 1,92 persen ke 5.300 dengan transaksi 40,86 juta saham, serta Sillo Maritime Perdana naik 1,77 persen ke 2.300. Indo Tambangraya Megah ikut menguat 1,74 persen ke 24.850, Bukit Asam naik 0,43 persen ke 2.350, Paragon Karya Perkasa naik 0,27 persen ke 3.700, dan Baramulti Suksessarana naik 0,23 persen ke 4.350.
Koreksi dan Stagnasi Sebagian Emiten
Sebagian kecil emiten energi masih membukukan penurunan harga pada penutupan sesi. Saham Raharja Energi Cepu tercatat turun 1,06 persen menuju posisi 4.650 dan Prima Andalan Mandiri melemah 0,27 persen ke angka 3.740.
Sejumlah emiten lain terpantau bertahan di posisi semula tanpa mengalami fluktuasi harga. Golden Energy Mines, Mitrabahtera Segara, ABM Investama, dan Super Energy bergerak mendatar pada level penutupan sebelumnya hingga akhir sesi perdagangan.




