Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif pada perdagangan pagi hingga memasuki sesi siang akhir pekan. Penguatan ini memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar modal yang memantau pergerakan portofolio saham unggulan, khususnya pada sektor komoditas dan kelistrikan. Berdasarkan pantauan data pasar, IHSG hari ini ditutup menguat di level 6.524,65 atau naik 23,06 poin (0,35 persen) dari perdagangan sebelumnya.
Penguatan tersebut terjadi setelah indeks dibuka pada posisi 6.524,08 dan sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.544,00. Posisi indeks sempat bergerak turun menuju level terendah 6.507,43 sebelum akhirnya stabil di area hijau.
Penguatan Indeks Sektor Energi
Apresiasi IHSG hari ini berjalan selaras dengan kinerja positif pada saham-saham kelompok energi. Indeks sektoral IDX Energy tercatat bertengger pada level 3.234,48 dengan kenaikan sebesar 6,84 poin atau 0,21 persen.
Kenaikan sektor penopang ini didorong oleh aksi beli pelaku pasar terhadap emiten minyak, gas, dan batu bara. Sejumlah emiten berkapitalisasi menengah mencatatkan kenaikan persentase harga saham yang cukup signifikan.
Kondisi tersebut berhasil menjaga performa indeks komposit tetap berada di atas batas penutupan hari sebelumnya di level 6.501,58. Sentimen pergerakan komoditas menjadi motor utama penggerak indeks sektoral pada sesi perdagangan berjalan.
Deretan Saham Tambang Menghijau
Emiten PT Raharja Energi Cepu memimpin lonjakan harga saham pada klaster energi dengan apresiasi sebesar 6,34 persen ke posisi Rp4.530. Transaksi saham emiten tersebut tercatat mencapai volume sekitar 5,06 juta lembar saham.
Penguatan berlanjut pada saham PT Baramulti Suksessarana yang naik 0,90 persen menuju level Rp4.470 per lembar. Saham jasa kelautan PT Sillo Maritime Perdana turut menguat 1,85 persen ke posisi Rp2.200.
Emiten penunjang tambang lainnya turut berada di zona apresiasi. Saham PT Petrosea terkerek 0,48 persen ke harga Rp5.275, PT Transcoal Pacific naik 0,40 persen ke level Rp2.530, serta PT Alamtri Resources Indonesia terangkat 0,39 persen ke harga Rp2.570.
Tekanan Jual Emiten Batu Bara
Di tengah tren kenaikan indeks sektor, tekanan jual masih membayangi sebagian saham batu bara berkapitalisasi besar. Pelemahan dipimpin oleh saham PT Bayan Resources yang merosot 1,85 persen menuju area Rp15.875.
Koreksi harga juga dialami saham PT Indika Energy sebesar 1,12 persen ke posisi Rp2.660. Saham PT Paragon Karya Perkasa terpangkas 0,82 persen ke harga Rp3.640, diikuti PT Indo Tambangraya yang melemah 0,49 persen ke level Rp25.275.
Pelemahan tipis menimpa saham PT Adaro Andalan Indonesia sebesar 0,25 persen menuju harga Rp9.875 per lembar. Sementara itu, sejumlah emiten seperti PT Golden Energy Mines tertahan pada level Rp6.675 bersama saham PT Prima Andalan Mandiri, PT Mitrabahtera Segara, PT ABM Investama, PT Super Energy, dan PT Bukit Asam yang belum mengalami perubahan harga.




