Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini mencatatkan penutupan perdagangan dengan penguatan signifikan. Lonjakan indeks terjadi akibat aksi beli meluas pada mayoritas sektor bursa domestik.
Pergerakan positif ini membawa bursa saham Indonesia perkasa di zona hijau. Kondisi pasar menunjukkan optimisme investor yang relatif kuat sepanjang sesi transaksi akhir pekan.
Pencapaian Lonjakan Indeks dan Sektor Penopang Utama
IHSG hari ini naik 116,06 poin atau 1,81 persen menuju posisi 6.521,75 pada penutupan perdagangan Kamis. Sebanyak 553 saham menguat, 96 saham melemah, dan 138 saham berakhir stagnan.
Seluruh indeks sektoral kompak bergerak melaju di jalur hijau. Pergerakan positif bursa domestik dipimpin sektor perindustrian yang Melonjak hingga 3,95 persen.
Penguatan disusul sektor barang konsumen siklikal sebesar 3,79 persen. Sektor kesehatan turut berkontribusi mendukung laju indeks lewat kenaikan 2,76 persen.
Aktivitas transaksi perdagangan bursa saham mencapai volume 34,18 miliar lembar saham. Perputaran uang dari keseluruhan transaksi pasar tercatat bernilai Rp13.070.000.000.000.
Pergerakan Saham Unggulan Indeks LQ45 dan Top Gainers
Indeks saham unggulan LQ45 ikut terdorong menguat pada akhir sesi. LQ45 ditutup naik 1,35 persen mencapai posisi level 641,07.
Saham PT Darma Henwa Tbk dengan kode DEWA memimpin lonjakan LQ45 setelah melesat 6,67 persen. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN menyusul lewat penguatan 5,84 persen.
Emisi PT Bumi Resources Tbk atau BUMI bertambah 5,43 persen. Di bursa reguler luar LQ45, PT Griptha Putra Persada Tbk atau GRPH meroket 25,35 persen ke posisi 89.
Lonjakan batas atas juga dicatatkan saham BIKE serta KETR yang masing-masing melesat 25 persen. Saham NICK naik 24,92 persen dan CBUT menguat 24,68 persen.
Daftar Emisi Melemah dan Pergerakan Saham Tertentu
Kendati IHSG hari ini melesat tinggi, sebagian kecil emiten harus mengakhiri perdagangan di area merah. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT terkoreksi tipis 0,36 persen.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk dengan kode UNVR tergerus 0,28 persen. Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO bertahan mendatar tanpa ada perubahan harga.
Pelemahan terdalam bursa reguler dialami PT Kian Santang Muliatama Tbk atau RGAS yang merosot 14,93 persen. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk atau GRIA juga jatuh 14,73 persen.
Penurunan berlanjut pada saham PT Jasnita Telekomindo Tbk atau JAST yang mencatatkan koreksi sebesar 9,01 persen.
Divergensi Bursa Asia dan Nilai Tukar Mata Uang Rupiah
Kondisi cerah IHSG hari ini justru berbanding terbalik dengan arah mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang tertekan 0,14 persen menuju kisaran 66.168.
Hang Seng Hong Kong merosot 0,40 persen ke posisi 25.549,50. Indeks Straits Times Singapura melorot 0,67 persen mencapai posisi 5.683,78.
Indeks SSE Composite China bergerak anomali terhadap bursa regional setelah mampu menguat 1,13 persen ke level 3.956,57.
Dari pasar mata uang asing, nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar AS. Perdagangan rupiah ditutup merosot pada posisi Rp17.762 per dolar AS dibanding pembukaan pagi Rp17.695.




